Lelang Sempat Gagal, Pengerjaan Proyek Saluran Diminta Dipercepat

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Proyek berkaitan dengan saluran air diminta dipercepat pengerjaanya sehingga saat musim hujan sudah siap sepenuhnya digunakan. Pemkab Sukoharjo meminta pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) untuk membantu melakukan pemantauan dan pengecekan lapangan. Sebab ada proses pembangunan yang mengalami keterlambatan akibat sebelumnya terjadi masalah teknis lelang.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo Agus Santosa, Selasa (1/10/2019) mengatakan, Pemkab Sukoharjo pada tahun ini mengerjakan sejumlah proyek saluran air dibeberapa wilayah. Proyek tersebut seperti saluran air di Jalan Solo – Wonogiri di Kelurahan Bulakrejo, Kecamatan Sukoharjo Kota, saluran air di Desa Langenharjo, Kecamatan Grogol, dan saluran air di Jalan Slamet Riyadi, Kelurahan Joho, Kecamatan Sukoharjo Kota.

Proyek sejauh ini sudah dikerjakan oleh rekanan pemenang lelang dimasing masing titik. Meski begitu, Pemkab Sukoharjo meminta pada rekanan untuk mempercepat pengerjaan.

“Proyek saluran sebagaimana fungsinya nanti sebagai pembuang air maka dalam pengerjaanya kami harap bisa diselesaikan sebelum musim hujan datang atau maksimal akhir tahun ini,” ujarnya.

Beberapa proyek saluran dipantau Pemkab Sukoharjo pengerjaanya sudah sesuai dengan perencanaan. “Ada juga beberapa proyek saluran pengerjaanya terlambat. Penyebabnya karena pada tahap lelang sebelumnya gagal dan harus dilaksanakan lelang ulang. Seperti saluran air di Jalan Slamet Riyadi, Sukoharjo karena terlambat dibanding lainnya akibat lelang ulang maka pengerjaan harus dipercepat untuk mengejar ketinggalan,” lanjutnya.

Agus Santosa mengaku sempat mengecek beberapa proyek saluran yang dianggap penting dalam penuntasan masalah banjir di Sukoharjo. Seperti pembangunan saluran di Jalan Solo – Wonogiri di wilayah Bulakrejo, Sukoharjo Kota. Pembangunan disana sudah hampir selesai dan diharapkan dapat membantu penanganan banjir.

“Beberapa proyek juga dipantau dengan melibatkan TP4D sebagai bagian dari transparansi pembangunan. Seperti misal proyek saluran air di Bulakrejo, Sukoharjo Kota tersebut,” lanjutnya.

Kepala DPUPR Sukoharjo Bowo Sutopo Dwi Atmojo mengatakan, ada sejumlah program perbaikan terhadap saluran drainase disejumlah wilayah. Diantaranya seperti, rehabilitasi saluran pembuang atau drainase Bekonang-Mojo, rehabilitasi saluran Jalan Slamet Riyadi, Sukoharjo dan rehabilitasi saluran pembuang di Bulakrejo, Sukoharjo Kota. Diharapkan semua perbaikan tersebut dapat segera diselesaikan dan mampu mengatasi masalah banjir saat musim hujan mendatang.

Biaya besar yang telah dikeluarkan diharapkan sebanding dengan hasilnya. Sebab Pemkab Sukoharjo berharap sudah tidak ada lagi masalah banjir saat musim hujan. "Masyarakat kami harap juga membantu menjaga saluran yang sudah dibangun menggunakan anggaran besar dengan tidak membuang sampah sembarangan," ujarnya.

“Pada proses lelang sebelumnya memang ada yang sempat gagal dan terpaksa digelar lelang ulang. Tidak hanya pada proyek saluran air namun juga jalan. Sekarang semua lelang sudah selesai dan pembangunan telah dikerjakan,” ujarnya.

Delapan paket kegiatan yang terpaksa digelar lelang ulang terdapat di dua bidang yakni Bina Marga dan Cipta Karya. Di bidang Bina Marga paket tersebut tersebut yakni, rehabilitasi jalan Tegalsari-Grogol, rehabilitasi jalan Ngasinan-Karangasem, rehabilitasi jalan Tanjung-Lengking, rehabilitasi jalan Mulur-Bendungan, rehabilitasi jalan Tinggen-Stasiun Gawok, rehabilitasi jalan Tawangsari-Lengking. Sedangkan di bidang Cipta Karya yakni, rehabilitasi saluran pembuang atau drainase Bekonang-Mojo dan rehabilitasi saluran Jalan Slamet Riyadi, Sukoharjo.

Paket kegiatan tersebut sebelumnya sudah diperhitungkan oleh DPUPR Sukoharjo bisa segera dilaksanakan pada akhir Juli atau awal Agustus. Namun ternyata ada kendala sehingga pembangunannya menjadi tertunda.

“Untuk proyek yang pengerjaanya baru dilaksanakan sekarang setelah lelang ulang kami harap juga bisa dipercepat. Sebab keberadaan saluran air tersebut sangat penting tidak hanya mengalirkan air namun juga penuntasan masalah banjir,” lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI