Libur Nataru Destinasi Wisata di Boyolali Tetap Buka, Tapi Dengan Catatan

Editor: Agus Sigit

BOYOLALI, KRjogja.com – Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2021 semua Destinasi wisata di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah tetap buka. Namun, harus mengindahkan instruksi Menteri Dalam Negeri, seiring akan diberlakukannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 semua pengelola destinasi di Boyolali tetap dihimbau menerapkan protokol kesehatan (Proses) ketat serta dengan pendekatan 5 M dan menggunakan aplikasi Peduli Lindungi.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Boyolali, Supana mengatakan bahwa semua pengelola tempat wisata harus menerapkan aturan secara ketat seperti jumlah pengunjung tidak boleh lebih dari 50 persen,tidak menimbulkan kerumunan dan tidak diperbolehkan menggelar pesta perayaan baik di tempat terbuka maupun tertutup di lokasi wisata.

” Jadi, sesuai instruksi Menteri Dalam Negeri untuk pemberlakuan liburan Nataru untuk pengelola destinasi sudah saya buatkan surat himbauan untuk bisa meningkatkan kewaspadaan sesuai dengan aturan PPKM level 3. Artinya tetap menerapkan prokes secara ketat, kemudian menggunakan aplikasi Peduli Lindungi pada saat masuk dan saat keluar dan hanya boleh pengunjung di kategori wilayah kuning dan hijau. ” kata Supana saat ditemui dikantornya Senin (29/11/2021).

Pemberlakuan PPKM level 3 akan berdampak pada perekonomian di tempat wisata, tetapi pihaknya akan tegak lurus mentaati peraturan pemerintah.

” Pastinya ini akan berdampak, pemerintah pun membendung dengan naiknya PPKM di level 3 ini dalam kurun waktu yang tidak lama. Jadi, hanya membatasi kerumunan masa di akhir tahun dan tahun baru,”

Ditambahkan oleh Supana, selain itu membatasi penggunaan pengeras suara yang mengundang orang berkumpul secara masif. Dan tentunya membatasi seni budaya dan tradisi baik ke agamaan maupun non ke agamaan, rencana PPKM level 3 yaitu 24 Desember 2021 hingga tanggal 2 Januari 2022. Dimaksudkan demi kesehatan bersama tidak terjadi ledakan baru Covid-19.” ungkapnya. (M-2)

BERITA REKOMENDASI