Luas Tambah Tanam Padi Januari 8.687 Hektar

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Jumlah luasan lahan pertanian yang ditanami diharapkan terus mengalami peningkatan hingga akhir Januari nanti menyusul sudah tersedianya air. Tanaman pangan yang ditanam masih didominasi padi, namun sebagian lagi menanam lainnya seperti kacang tanah, ketela, singkong dan cabai.  Khusus untuk tanaman padi pada musim tanam I (MT I) Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo memperkirakan luas tambah tanam bulan Januari sebanyak 8.687 hektar.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Netty Harjianti, Selasa (14/1) mengatakan, kondisi pertanian di Sukoharjo sejak pertengahan Desember 2019 sudah berangsur pulih setelah sebelumnya terkenda kekurangan air akibat kemarau panjang. Petani sudah melakukan penanaman sejumlah tanaman pangan dan masih didominasi padi.

“Sektor pertanian di Sukoharjo masih didominasi tanaman padi. Tapi ada juga petani menanam tanaman pangan lain seperti kacang tanah, ketela, singkong dan berbagai jenis sayuran seperti cabai,” ujarnya.

Berbagai tanaman pangan ditanam petani tersebar disejumlah wilayah. Netty mengatakan penanaman dilakukan sesuai karakter tanah masing masing wilayah. Seperti di wilayah selatan meliputi Kecamatan Tawangsari, Weru dan Bulu dimana disana mayoritas sawah merupakan tadah hujan maka masih banyak pemilih lahan melakukan selingan menanam ketela dan singkong.

Kondisi sama juga dilakukan di wilayah Kecamatan Bendosari dimana banyak tanah kurang subur apabila ditanami padi. Petani lebih memilih menanam tanaman pangan lain seperti kacang tanah, ketela dan singkong.

Khusus untuk tanaman padi dari hasil pemantauan Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo diketahui petani disemua wilayah sudah melakukan gerakan. Artinya sebagian besar sudah melakukan tanam padi dan sisanya masih mempersiapkan dengan olah tanah dan pembibitan.

Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo memperkirakan hingga Januari nanti luas tambah tanam padi 8.687 hektar. Jumlah tersebut masih bisa bertambah dari lahan lain non sumber saluran irigasi.

“Angkanya seperti itu, tapi bisa juga tembus diatas 10.000 hektar. Sebab petani terus kami minta melakukan program percepatan luas tambah tanam dan panen padi,” lanjutnya.

Program luas tambah tanam dilakukan menyusul tersediaanya kebutuhan air bagi petani bersumber dari hujan. Selain itu air juga sudah mampu disuplai melalui saluran irigasi. Stok air di Dam Colo, Nguter juga melimpah dan diperkirakan bisa memenuhi kebutuhan selama dua bahkan tiga kali musim tanam kedepan. (Mam)

 

BERITA REKOMENDASI