Lurah Banmati Tunggu Hasil Swab PCR

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Kasus klaster masjid di wilayah Kelurahan Banmati, Kecamatan Sukoharjo meluas. Kasus berawal dari temuan kasus positif virus Corona pada imam masjid kemudian menyebar ke dua orang jamaah. Sekarang meluas ke lurah, perangkat kelurahan dan sejumlah orang masyarakat sebagai kontak erat sudah menjalani swab PCR tinggal menunggu hasilnya.

“Awalnya klaster masjid di wilayah Kelurahan Banmati, Kecamatan Sukoharjo muncul dari temuan kasus imam masjid. Kemudian menyebar ke dua orang jamaah dan dilakukan pelacakan kontak erat ternyata aktivitas keduanya sering ke kantor Kelurahan Banmati, Kecamatan Sukoharjo dan bertemu lurah dan perangkat kelurahan. Mereka kemudian jadi kontak erat dan harus dilakukan pemeriksaan swab PCR dan menjalani isolasi mandiri,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Camat Sukoharjo sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Kecamatan Sukoharjo Havid Danang PW, Selasa (11/05/2021).

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Kecamatan Sukoharjo berharap hasil swab PCR terhadap lurah dan perangkat Kelurahan Banmati, Kecamatan Sukoharjo negatif virus Corona. Dengan begitu diharapkan tidak ada lagi penambahan kasus positif virus Corona klaster masjid di wilayah Kelurahan Banmati, Kecamatan Sukoharjo.

Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Sukoharjo Wawan Pribadi, Senin (03/05/2021) mengatakan, DMI Sukoharjo sudah menerima dua laporan kejadian temuan kasus positif virus Corona selama puasa Ramadan. Kasus pertama dilaporkan terjadi pada imam masjid di wilayah Kelurahan Banmati, Kecamatan Sukoharjo.

Penanganan dilakukan petugas terhadap kasus penyebaran virus Corona baik di lingkungan masjid maupun pasien dan kontak erat. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo telah melakukan penyemprotan disinfektan selama penutupan sementara masjid. Disisi lain penanganan juga telah dilakukan terhadap imam masjid terkonfirmasi positif virus Corona.

Klaster masjid di wilayah Kelurahan Banmati, Kecamatan Sukoharjo membuat sebanyak 50 orang keluarga inti dan jamaah masjid wajib isolasi mandiri. Hal itu dilakukan sebagai bentuk pencegahan penyebaran virus Corona sekaligus mengetahui kondisi kesehatannya.

DMI Sukoharjo juga menerima laporan satu kasus Positif virus Corona lagi di masjid di wilayah Desa Palur, Kecamatan Mojolaban. Temuan didapati pada satu orang jamaah masjid sesuai hasil pemeriksaan diketahui positif virus Corona.

“DMI Sukoharjo sudah menerima dua laporan temuan kasus positif virus Corona di masjid. Satu di masjid di wilayah Kelurahan Banmati, Kecamatan Sukoharjo dan terbaru ada laporan lagi temuan kasus positif virus Corona di masjid di Desa Palur, Kecamatan Mojolaban,” ujarnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI