Mahfud MD Tegaskan HTI Gerakan Politik

Editor: Ivan Aditya

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) mengarah ke bentuk gerakan dan aktivitas politik yang bertentangan dengan sistem Pancasila. Oleh karena itu sudah sepantasnya HTI dibubarkan karena sudah terang-terangan ingin mengganti sistem negara. Hal tersebut dikemukakan Anggota Dewan Pengarah Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP), Mahfud MD saat mengisi kegiatan Pemantapan Nilai-nilai Pancasila di Mapolres Boyolali, Jumat (16/6) petang.

"Kalau dibubarkan saya setuju, tapi tak perlu memakai tindakan kekerasan," tegasnya.

Diceritakan lebih jauh, pada 2007 lalu sebelum ia menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), ia sudah memperingatkan pemerintah tentang bahaya gerakan HTI. Dimana ormas tersebut melakukankonferensi internasional di Jakarta dan berkesimpulan bahwa mereka akan membubarkan negara yang tidak menganut sistem khilafah. Mereka juga berkesimpulan untuk menolak demokrasi.

"Itu sepuluh tahun lalu kok bisa dibiarkan. Sekarang pengaruh gerakan tersebut baru terasa di kampung-kampung dan di kampus," kata Mahfud.

Resminya gerakan HTI adalah gerakan dakwah namun aktivitasnya lebih cenderung ke gerakan politik. ‎Sebab gerakan ormas tersebut menyangkut ideologi, konstitusi, demokrasi hingga pemerintahan. Dengan pola gerakan tersebut, menurut Mahfud, pembubaran HTI sudah merupakan keniscayaan sebab bertentangan dengan sistem dan ideologi Pancasila.

Karena sudah menjadi keniscayaan, Mahfud tak menganggap prosedur dan metode pembubaran HTI yang dinilai melenceng dari Undang-undang, diantaranya dengan tak memberi peringatan, sebagai ‎yang urgent. Menurutnya, pemberian peringatan sebelum pembubaran bisa dilakukan jika ormas melakukan tindakan kekerasan, semisal sweeping dan sebagainya.

Namun prosedur serupa sulit atau tak bisa diterapkan bila gerakannya adalah gerakan yang bersifat ideologis seperti yang diusung HTI. "Tapi kalau sudah gerakan ideologi, (prosedur peringatan, red) kan tak bisa," tandasnya. (R-11)

HTI

BERITA REKOMENDASI