Makam Keramat Mbah Silondono Banyak Dikunjungi Pejabat.

Editor: Ary B Prass

BOYOLALI, KRJOGJA.com– Tidak banyak yang mengetahui sejarah keberadaan makam keramat Mbah Silondono yang berada di pinggir jalan Sudimoro-pengging atau perbatasan antara Desa Salakan dan Desa Bangsalan Kecamatan Teras, Boyolali, Jawa Tengah.
Makam di bawah pohon pete yang diberi cungkup atau rumah berukuran kecil 3 x 2,5 meter tersebut konon banyak dikunjungi pejabat dan warga dari luar daerah.
Menurut juru kunci makam, Mardi Wiyono (75), menceritakan bahwa para pengunjung yang datang biasanya membawa ubo rampe berupa kembang setaman dan dupa. Dengan ritual yang dilakukan dan memohon doa restu kepada Mbah Silondono, para pengunjung percaya jika keinginan dan cita-citanya bakal terkabul.
“Biasanya mereka itu datang pada malam Jumat Kliwon atau Selasa Kliwon. Ada yang menginap ada pula hanya berdoa disitu terus pulang lagi. Biasanya mereka datang pada sore atau malam hari, ” kata Mardi Wiyono saat ditemui wartawan, Sabtu (17/10/2021).
Ia menuturkan, sampai saat ini warga disini tidak banyak mengetahui sejarah Mbah Silondono tersebut. Dimungkinkan Mbah Silondono punya kesaktian, meninggal saat melakukan perjalanan. Pasalnya, Mbah Silondono dikuburnya di pinggir jalan.
“Saya sejak kecil makam itu sudah ada. Ya, dari dulu seperti itu saja nggak berubah. Cuman dulu itu hampir rusak tahu-tahu ada yang memperbaiki, tapi bukan warga sini nggak tahu orang mana,” ujar Mardi.

BERITA REKOMENDASI