Marak Penipuan, Lembaga Penyalur Tenaga Kerja Diawasi Ketat

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Lembaga penyaluran maupun pelatihan tenaga kerja untuk dipekerjakan di luar negeri mendapat pengawasan ketat dari Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Sukoharjo. Petugas diterjunkan untuk mengawasi secara langsung sekaligus melakukan pendataan. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap praktek penipuan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Sukoharjo Bahtiyar Zunan, Minggu (29/4/2018) mengatakan, pengawasan dilakukan sebagai kegiatan rutin sekaligus menindaklanjuti instruksi dari pemerintah pusat. Di Sukoharjo sendiri ditemukan sejumlah lembaga penyalur maupun pelatihan tenaga kerja asing yang dikelola swasta. Mereka mendapatkan pengawasan ketat mengingat ditangani oleh swasta yang perlu mendapatkan kontrol ketat.

Pengawasan serupa juga dilakukan terhadap lembaga penyalur atau pelatihan negeri. Meski begitu pengawasan tidak dilakukan secara ketat seperti halnya swasta.

"Sifatnya hanya pengawasan saja sebagai bentuk kontrol. Yang diawasi mulai legalitas, kegiatan, penyaluran dan pengawasan terhadap tenaga kerja," ujar Zunan.

Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Sukoharjo sengaja memproteksi secara ketat sebab sebelumnya sempat ada temuan dugaan percobaan penipuan. Modusnya yakni pelatihan bahasa asing yang dikelola oleh lembaga swasta. Korban sempat dijanjikan akan dikirim ke luar negeri sebagai tenaga kerja namun sebelum terlaksana sudah sadar.

"Lembaga penyalur inilah yang kami awasi. Jangan sampai ada korban penipuan dan terus kami awasi," lanjutnya.

Di Sukoharjo sendiri minat masyarakat untuk menjadi tenaga kerja asing atau bekerja di luar negeri sangat minim. Meski demian ada beberapa orang yang sudah bekerja menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

Para TKI asal Sukoharjo umumnya dilatih dan diberangkatkan oleh lembaga penyalur dari luar daerah. Hal itu diketahui dari laporan resmi lembaga bersangkutan kepihak terkait.

"Kebanyakan para TKI Sukoharjo diberangkatkan dari Jakarta. Untuk langsung dari Sukoharjo sangat jarang," lanjutnya.

Untuk bekerja di luar negeri warga Sukoharjo juga diingatkan tentang pentingnya perlindungan keselamatan. Karena itu mereka diingatkan untuk tetap aman dengan berkoordinasi dengan petugas terkait.

Sementara itu, Zunan mengatakan, minimnya warga Sukoharjo bekerja di luar negeri karena tingginya kebutuhan kerja di daerah asal. Banyak pabrik berdiri disejumlah wilayah di Sukoharjo dengan kebutuhan pekerja sangat banyak. Satu pabrik tekstil saja membutuhkan lebih dari 10 ribu orang pekerja.

Pemkab Sukoharjo terus mengembangkan sektor usaha dengan membuat wilayah khusus salah satunya seperti di Kawasan Industri Nguter di Kecamatan Nguter. Disana sudah berdiri banyak pabrik dengan kebutuhan tenaga kerja sangat banyak.

Sektor usaha juga dikembangkan Pemkab Sukoharjo di kawasan Solo Baru, Kecamatan Grogol. Berbagai tempat usaha seperti rumah sakit, mall, hotel dan perniagaan lainnya. (Mam)

TKI

BERITA REKOMENDASI