Maret dan April KPM Masih Terima Raskin

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Penyaluran beras sejahtera (rastra) akhirnya resmi diperpanjang selama dua bulan kedepan terhitung Maret dan April. Kepastian diketahui setelah dipastikan pelaksanaan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dalam mekanisme warung gotong royong (E-Warong) ditunda sampai Mei mendatang.  Sebanyak 47.738 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) diharapkan tidak perlu resah karena bantuan tetap akan diserahkan petugas.

Asisten II Sekda Sukoharjo Widodo, Selasa (06/03/2018) mengatakan, untuk Maret dan April para KPM masih akan menerima bantuan dalam bentuk rastra. Pemkab Sukoharjo telah melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pihak terkait lainnya mengenai penyaluran rastra dan penundaan pelaksanaan BPNT E-Warong.

Petugas bahkan telah melakukan sosialisasi sampai tingkat paling bawah yakni KPM di masing masing RT/RW dengan dibantu pihak desa, kelurahan dan kecamatan. Para KPM bisa memahami dan mengerti penundaan BPNT E -Warong karena masih ada kendala teknis persiapan.

Para petugas baik ditingkat desa, kelurahan dan kecamatan diminta untuk bersiap dan membantu program Pemkab Sukoharjo. Sebab penyaluram rastra masih dilakukan maksimal dua bulan kedepan. Petugas memiliki peran penting baik penyaluran maupun penarikan uang dari KPM. Uang tersebut selanjutnya harus disetorkan ke Pemkab Sukoharjo untuk menghindari kasus tunggakan atau tagihan hutang.

"Rastra tetap akan disalurkan oleh pihak Bulog dengan menyediakan stok beras dan pengiriman ke 167 desa dan kelurahan di 12 kecamatan seperti biasa," lanjutnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo Agus Santosa mengatakan, sudah menerima laporan terkait rencana penundaan BPNT E-Warong. Hal itu wajar terjadi karena secara teknis belum siap. Pemkab Sukoharjo mengambil kebijakan memilih menunda pelaksanaan dari pada memaksakan ditengah ketidaksiapan. Apabila dipaksakan maka dikhawatirkan bisa menimbulkan masalah baru seperti kekacauan dari KPM.

Pemkab Sukoharjo mendapatkan waktu persiapan sangat singkat hanya beberapa bulan. Diawali pada akhir 2017 muncul wacana penerapan BPNT E-Warong kemudian di awal Tahun 2018 yakni terhitung Januari harus melakukan persiapan internal di Sukoharjo. (Mam)

BERITA REKOMENDASI