Masa Pandemi Membuat PKL di Sukoharjo Naik

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Pandemi virus Corona membuat jumlah pedagang kaki lima (PKL) di Kabupaten Sukoharjo naik total menjadi 2.500 orang. Angka tersebut dimungkinkan masih bisa bertambah mengingat banyak PKL belum secara resmi melapor dan terdata pada pihak Paguyuban PKL Sukoharjo. Para PKL berdagang diberbagai tempat dan diharapkan tetap bisa mematuhi aturan tanpa melakukan pelanggaran sehingga tidak mendapatkan sanksi penertiban.

“Sebelumnya hanya ada 2.000 PKL saja yang tercatat di paguyuban. Karena pandemi virus Corona jumlahnya bertambah 500 PKL dan total sekarang menjadi 2.500 orang. Jumlah itu masih bisa bertambah karena banyak PKL belum melapor atau belum terdata karena berbagai hal. Keberadaan usaha PKL sangat membantu menopang ekonomi warga terdampak pandemi virus Corona,” ujar Ketua Paguyuban PKL se Kabupaten Sukoharjo Joko Cahyono, Senin (17/05/2021).

Paguyuban PKL terus memantu perkembangan data anggotanya di 12 kecamatan. Pemantauan juga dilakukan berkaitan dengan kondisi usaha para PKL selama pandemi virus Corona. Sebab PKL tersebut sangat membutuhkan bantuan pemerintah demi menjalankan usahanya.

Joko Cahyono mengatakan, bagi PKL baru mereka sangat membutuhkan perhatian penuh. Hal sama juga berlaku bagi PKL lama karena situasi pandemi virus Corona membuat jumlah pembeli menurun drastis akibat sebelumnya diberlakukan pembatasan jam usaha. Kondisi tersebut berdampak pada penurunan pendapatan yang diperoleh setiap hari para pedagang.

“Baik PKL lama dan baru sama-sama butuh perhatian. Pemkab Sukoharjo dan pemerintah pusat sudah membantu memberikan banyak bantuan. Salah satunya yang baru saja diakses yakni Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) tahun 2020 dan 2021,” lanjutnya.

Bantuan tidak kalah penting juga diberikan Pemkab Sukoharjo berkaitan penataan tempat berdagang bagi PKL. Pedagang diharapkan bisa memaksimalkan kesempatan dan bantuan yang ada untuk memajukan usaha ditengah pandemi virus Corona.

“Kami harap juga PKL tetap mematuhi aturan dengan tidak memaksakan diri melakukan pelanggaran. Apabila melanggar maka nanti dikhawatirkan bisa terkena penertiban petugas,” lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI