Masyarakat Diingatkan PSN, Kasus dan Korban Meninggal Akibat DBD Terus Naik

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Jumlah kasus dan korban meninggal dunia akibat demam berdarah dengue (DBD) terus mengalami peningkatan signifikan. Hingga minggu ke-26 sesuai data dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo diketahui ada 143 kasus dan lima orang diantaranya meninggal dunia.

Kepala DKK Sukoharjo Yunia Wahdiyati, Minggu (5/7) mengatakan, DBD menjadi salah satu ancaman serius selain penyebaran virus corona saat ini. Sebab dilihat dari angka terus menunjukan pergerakan kenaikan signifikan. Kasus DBD tersebar merata hampir disetiap desa di 12 kecamatan.

Data DKK Sukoharjo diketahui, hingga minggu ke-26 total ada 143 kasus DBD. Dari jumlah tersebut sebanyak lima orang diantaranya meninggal dunia. Kejadian tersebut menjadi peringatan dini bagi masyarakat untuk tetap waspada terhadap serangan DBD.

Kasus DBD tertinggi berada di wilayah Kecamatan Sukoharjo sebanyak 26 kasus, Kecamatan Bendosari 24 kasus, Kecamatan Nguter 16 kasus, Kecamatan Mojolaban 12 kasus, Kecamatan Polokarto 12 kasus, Kecamatan Baki 11 kasus, Kecamatan Grogol 10 kasus, Kecamatan Gatak 9 kasus, Kecamatan Weru 7 kasus, Kecamatan Kartasura 7 kasus, Kecamatan Tawangsari 7 kasus, Kecamatan Bulu 2 kasus. DKK Sukoharjo sudah melakukan penanganan terhadap semua kasus DBD tersebut. “Jumlah kasus dan korban meninggal dunia akibat DBD hingga minggu ke-26 terus naik. DBD ini menjadi ancaman sendiri selain penyebaran virus corona,” ujarnya.

DKK Sukoharjo sudah meminta petugas medis ditingkat kecamatan dan desa untuk selalu siap. Termasuk Puskesmas untuk siaga dalam memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat. Dalam penanganan terhadap DBD masyarakat diminta aktif dan tidak terlambat melakukan pemeriksaan. “Terlambat dalam penanganan tentunya akan membahayakan nyawa karena DBD bisa menyebabkan meninggal dunia,” lanjutnya.

BERITA REKOMENDASI