Masyarakat Diminta Waspada Angin Kencang

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Masyarakat diminta untuk mewaspadai ancaman bahaya bencana alam berupa angin kencang mengingat sekarang sudah masuk peralihan cuaca dari kemarau ke penghujan. Masyarakat diharapkan siaga seperti memangkas ranting pohon. 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo Sri Maryanto, Minggu (13/10) mengatakan, posisi sekarang sudah masuk fase peralihan cuaca dari kemarau ke penghujan. Hal itu ditandangi dengan kemunculan tanda alam berupa awan mendung, angin kencang dan hujan dengan intensitas rendah. Kejadian tersebut sudah ditemukan sejak beberapa hari lalu.

BACA JUGA :

Wilayah Sukoharjo, Jelang Musim Hujan Angin Kencang Mengancam

Jogja Masuk Pancaroba, Waspada Perubahan Suhu Hingga Angin Kencang!

Peralihan cuaca membuat BPBD Sukoharjo meminta pada masyarakat untuk mewaspadai ancaman bencana alam berupa angin kencang. Sebab kejadian tersebut sulit diprediksi dan bisa terjadi kapan saja. Kewaspadaan dilakukan mengingat setiap kali kejadian angin kencang di Sukoharjo sebelumnya sering menimbulkan korban khususnya materiil. Sebab banyak bangunan rusak setelah terkena angin maupun dampak lain akibat tertimpa pohon tumbang.

"Semua wilayah kami anggap sama terhadap kerawanan bencana alam angin kencang. Sebab angin kencang dapat terjadi dimana saja dan menyebabkan kerusakan sehingga menimbulkan korban. Masyarakat kami minta waspada sejak sekarang," ujarnya.

Data BPBD Sukoharjo beberapa wilayah sering terkena angin kencang seperti Kecamatan Tawangsari, Weru, Bulu, Nguter, Bendosari dan Baki. Wilayah tersebut berada di pinggiran dan masih banyak terdapat ruang terbuka kosong dan luas ditumbuhi berbagai pohon besar. Akibatnya banyak pohon tumbang saat angin kencang datang.

Wilayah rawan lainnya seperti di kota meliputi Kecamatan Sukoharjo Kota, Grogol, dan Kartasura juga tidak luput diterjang angin kencang. Beberapa kejadian yang sudah terjadi tahun sebelumnya menyebabkan kerusakan khususnya pada bangunan rumah, kantor, tempat usaha dan papak reklame roboh.

"Salah satu yang bisa dilakukan sekarang untuk meminimalisir timbulkan korban dan kerusakan akibat angin kencang seperti memangkas ranting pohon. Apabila pohon sudah terlalu rimbun daunnya maka bisa dipangkas agar saat angin kencang datang tidak sampai roboh," lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI