Masyarakat Diminta Waspadai Berita Hoax

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO (KRjogja.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo meminta kepada masyarakat untuk tidak terpancing isu menyesatkan di media sosial. Sebab dalam peristiwa banjir yang terjadi di Sukoharjo tiga hari ini banyak berita hoax. Masyarakat diminta melakukan kroscek ke petugas terkait untuk memastikan kebenaran kabar tersebut.

Kepala BPBD Sukoharjo Suprapto, Rabu (30/11/2016) mengatakan, saat banjir terjadi di Sukoharjo pada Senin (28/11/2016) hingga Rabu (30/11/2016) siang banyak berita hoax. Salah satunya yakni terkait adanya isu yang mengabarkan jebolnya tanggul dan dibukanya pintu saluran air di Waduk Gajah Mungkur (GWM) di Kabupaten Wonogiri. Kondisi tersebut berimbas pada daerah lain yang mengakibatkan banjir termasuk di Sukoharjo.

Berita hoax diketahui menyebar dengan cepat melalui media sosial dan membuat masyarakat Sukoharjo takut. Beberapa warga akhirnya memberanikan diri meminta informasi resmi ke BPBD Sukoharjo. Dari proses tersebut BPBD Sukoharjo akhirnya mengetahui mengenai bersliwerannya berita hoax. “Adanya berita hoax itu juga membuat petugas kebinggungan untuk menenangkan masyarakat dan memberikan informasi resmi bahwa berita itu menyesatkan,” ujar Suprapto.

BPBD Sukoharjo butuh kerja keras untuk menenangkan masyarakat agar tidak terpancing berita hoax. Petugas kemudian ikut menyebar kebenaran informasi resmi ke masyarakat melalui media sosial sebagai penyeimbang.

“Perkembangan teknologi sekarang semakin maju. Masyarakat dengan mudah menerima berbagai informasi. Tapi kalau berita yang diterima itu menyesatkan maka akan membuat kepanikan. Kami sudah koordiansi dengan pengelola Waduk Gajah Mungkur Wonogiri tidak ada yang jebol disana. Banjir di Sukoharjo murni karena curah hujan tinggi,” lanjutnya.

Tidak hanya masyarakat, Suprapto mengatakan, petugas di luar daerah bahkan provinsi juga sudah mengetahui berita hoax Waduk Gajah Mungkur tersebut. “Dari BPBD Provinsi Jawa Tengah sudah konfirmasi ke BPBD Sukoharjo terkait banjir dan sudah kita beri informasi resmi,” lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI