Masyarakat Wedi Budidaya Tanaman Obat Keluarga

KLATEN, KRJOGJA.com – Masyarakat Kecamatan Wedi, Klaten, membudidayakan tanaman obat keluarga. Hasilnya antara lain dikemas dalam bentuk produk jamu. Greget minum jamu salah satunya dimotori Sri Budiati, bidan yang bertugas di Puskesmas Wedi. Ia bersama kader desa bergerak memanfaatkan lahan rumah yang kosong untuk ditanami tanaman obat keluarga atau toga.

“Kita ingin mengajak masyarakat di sini untuk kembali ke alam. Jamu ini produk lokal dari ibu – ibu paguyuban jamu di Kecamatan Wedi. Mereka adalah kader-kader kesehatan yang menjual produk jamu setiap hari. Mereka dihimpun, dibina dan dibantu dalam hal promosi melalui petugas kesehatan,” kata Budiati, Jumat (14/2).

Ditambahkan, pembudidayaan tanaman obat ini untuk mengobati diri sendiri dengan obat – obatan herbal. Jenis tanaman yang dibudidayakan seperti jahe merah, jahe putih, jahe kencur, kunyit, temulawak sampai daun sirih. Ada dua pilihan produk. Yakni produk yang bisa langsung diminum dalam kemasan botol, dan ada juga yang bisa disimpan dalam bentuk serbuk.

Untuk kelayakan konsumsi dan menjaga kualitas, petugas puskesmas terus melakukan pembinaan dan kontrol, sehingga produk jamu herbal binaan Puskesmas di Klaten dijamin aman.

Dalam kegiatan sambang warga di Desa Brangkal, Kecamatan Wedi, (Rabu 12/2), Bupati Klaten Sri Mulyani mengajak masyarakat minum jamu hasil olahan warga. Saat meninjau stand jamu yang disiapkan petugas kesehatan Puskesmas Wedi, Bupati mencicipi jamu seduhan kunir asem.

“Terima kasih ya jamunya. Monggo warga Klaten minum jamu,” kata Bupati Sri Mulyani didampingi Sekretaris Daerah Klaten Jaka Sawaldi, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Rony Roekmito.(Sit)

BERITA TERKAIT