Mayoritas Calon Jamaah Haji Jateng-DIY Berkategori Resiko Tinggi

Editor: KRjogja/Gus

BOYOLALI (KRjogja.com) – Mayoritas calon jamaah haji (calhaj) asal Jateng-DIY berkategori tinggi (risti) dalam aspek kesehatannya. Pemeriksaan kesehatan para calhaj diperketat untuk memastikan kondisi kesehatan para jamaah fit untuk melaksanakan ibadah haji.

 

Koordinator Kesehatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo, dr. Arqu Aminuzzab, Senin (29/8) menjelaskan para calhaj dibagikan gelang sebagai penunjuk kondisi kesehatannya. Pertama, gelang risti merah untuk usia di atas 60 tahun dengan penyakit tertentu. Kedua, gelang risti kuning untuk usia di bawah 60 tahun dengan penyakit tertentu. Terakhir, gelang risti hijau untuk usia di atas 60 tahun tanpa penyakit.

"Perkiraan saya, risti paling banyak adalah yang memakai gelang kuning. Sebab mayoritas calhaj di rentang usia 50 sampai 60 tahun," kata Arqu.

Dijelaskan lebih jauh, sejak kloter pertama yang diberangkatkan sejak 9 Agustus lalu hingga sekarang, sekitar 70an persen dari jamaah yang masuk ke Asrama Haji Donohudan berkategori risti.  "Dari sekitar 19 ribuan jamaah haji yang sudah masuk asrama dan diperiksa kesehatannya, sebanyak 12.800an diantaranya berkategori risti dan perlu mendapat perhatian lebih dari tenaga medis," kata Arqu.

Terkait kondisi kesehatan calhaj, ia mengkritisi pemeriksaan kesehatan di daerah masing-masing. Meski sudah ada pemeriksaan kesehatan di Puskesmas dan RSUD wilayah masing-masing calhaj, namun saat pemeriksaan di Asrama Haji Donohudan masih banyak temuan kondisi kesehatan calhaj yang sebenarnya tak memungkinkan diberangkatkan. Ia mencatat, sampai saat ini total sebanyak 79 jamaah pernah mondok dan sebanyak 168 jamaah dirujuk ke rumah sakit. Pemberangkatan jamaah yang mondok atau dirujuk ke rumah sakit ditunda dan akan digabungkan dengan kloter selanjutnya tergantung rekomendasi dari dokter.
(M-9)

 

BERITA REKOMENDASI