Melalui Sadranan, Kearifan Lokal Dilestarikan

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Ritual Nyadran atau Mauludan, karena dilakukan di bulan Mulud dalam kalender Jawa, selama bergenerasi menjadi kearifan lokal yang mengikat spiritual bagi warga di pegunungan Merapi-Merbabu kepada leluhur dan tempat kelahiran.  

Sebagaimana di Desa Seruni, Kecamatan Musuk, Sabtu (2/12/2017) pekan kemarin, Nyadran atau Sadranan dilakukan dengan menggelar kenduri di pemakaman umum desa setempat yang sebelumnya sudah dibersihkan secara bersama-sama. Doa-doa tahlil dan yasin dilantunkan untuk arwah para leluhur serta wujud syukur atas limpahan hasil bumi. Dibawah pohon kantil berusia ratusan tahun yang menjadi penanda makam, tenong berisi aneka makanan yang dibawa oleh masing-masing warga dibuka dan saling ditukar untuk disantap bersama sebagai bentuk interaksi sosial yang lekat antar sesama warga.  

Layaknya lebaran, warga setempat yang memiliki ikatan darah namun sudah jauh merantau pun pasti menyempatkan diri untuk pulang kampung mengikuti prosesi Nyadran.  

Hadi Sutarno, sesepuh Desa Sruni menerangkan, di desanya, Sadranan dilakukan dua kali dalam setahun dalam Penanggalan Jawa, yakni di bulan Mulud dan Ruwah. Selain sebagai wujud interaksi batin dengan para leluhur, tradisi ini juga menjadi cara untuk menjaga interaksi sosial, dimana warga desa dari semua dukuh, secara khusyuk, berkumpul dalam satu cara dan tujuan.  

Tak heran, karena tradisi ini sudah berlangsung ratusan tahun, warga Desa Sruni ataupun desa lain yang menggelar tradisi ini layaknya menjadi satu keluarga besar. Kepedulian antar sesama masih tinggi. Sifat gotong royong masih kental di desa setempat. "Melalui tradisi ini, hubungan sosial masyarakat terbentuk dan terjaga," kata Hadi.  

Kearifan lokal tersebut, lanjutnya, adalah nilai yang harus diwariskan ke generasi selanjutnya agar struktur atau tatanan masyarakat tak rusak. Dan pelaksanaan tradisi Nyadran ini menjadi salah satu cara dan tolak ukur untuk menjaga nilai-nilai yang menjadi pegangan warga desa setempat. "Tradisi ini harus tetap dilestarikan," tandasnya. (Gal)

 

BERITA REKOMENDASI