Memberatkan, Buruh Sukoharjo Tolak Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

Kelas I naik dari sebelumnya Rp 80 ribu menjadi Rp 150 ribu dan Kelas II Rp 51 ribu naik Rp 100 ribu. Kedua kelas tersebut akan mengalami kenaikan mulai 1 Juli 2020. Khusus kelas III naik dari Rp 25.500 menjadi Rp 42 ribu diterapkan mulai tahun 2021 mendatang.

FPB Sukoharjo melihat kondisi buruh sekarang sangat berat dan sulit mengikuti kebijakan pemerintah pusat. Salah satu beban berat yang dihadapi buruh yakni terkena PHK.  FPB Sukoharjo mencatat ada sekitar 1.500 orang buruh terkena PHK dan dirumahkan tersebar diberbagai sektor industri.

Para buruh tersebut sekarang mengalami kesulitan ekonomi karena tidak mampu memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Tidak adanya pendapatan juga berdampak pada penurunan kesejahteran buruh.

“Jelas ini pukulan telak bagi buruh. Terlebih lagi buruh di Sukoharjo sangat terdampak pandemi virus corona banyak terkena PHK dan dirumahkan. Karena itu FPB Sukoharjo menolak keras kebijakan kenaikan iuran BPJS Kesehatan,” ujarnya.

FPB Sukoharjo meminta pada pemerintah pusat untuk mengkaji ulang kebijakan kenaikan iuran BPJS Kesehatan tersebut. Salah satu kajian yang diharapkan yakni pembatalan kenaikan. Sukarno mengatakan, buruh di Sukoharjo sangat berharap ada bantuan dari pusat salah satunya keringanan.

“Terpenting sekarang bagaimana buruh terkena PHK dan dirumahkan bisa mendapat kerja lagi sebagai sumber pendapatan keluarga. Selain itu berharap ada bantuan pemerintah untuk perbaikan ekonomi buruh. Bukan ditambah beban kenaikan iuran BPJS Kesehatan,” lanjutnya.

BERITA REKOMENDASI