Menara Jagung Ikon Wisata Baru Boyolali

Editor: Ivan Aditya

BOYOLALI (KRjogja.com) – Menara jagung setinggi 15 meter di kompelk perkantoran terpadu Pemkab Boyolali yang sebelumnya digunakan sebagai ikon Hari Pangan Sedunia (HPS) beberapa waktu lalu rencananya tak akan dibongkar dan tetap dipertahankan sebagai salah satu spot wisata. Sayangnya, kesadaran masyarakat untuk ikut merawat menara yang terbuat dari ribuan batang jagung asli ‎agaknya masih rendah. Dua baris jagung sempat diambil tangan-tangan jahil.

Sejumlah lampu spot yang digunakan untuk menambah nilai estetis menara jagung di malam hari juga hilang dicuri orang. Padahal saat ini, keberadaan menara tersebut cukup memikat hati warga. Kawasan di sekitar menara yang berada di ujung Jalan Jenderal Soedirman tersebut mulai ramai. Tak jarang warga menghabiskan waktunya sambil mengagumi menara jagung tersebut.

Kepala ‎Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (BPKP3) Boyolali, Juwaris, Senin (14/11/2016) mengatakan, pihaknya sudah mengganti dua baris jagung yang hilang agar menara jagung tersebut tetap utuh dan menarik. Berkaca dari berbagai kejadian tersebut, ia meminta agar masyarakat meningkatkan kesadarannya untuk turut merawat menara yang sudah tercatatkan di rekor MURI sebagai menara jagung tertinggi di Indonesia tersebut. Menara tersebut diproyeksikan akan mampu bertahan selama satu tahun.

"Saat ini menara jagung tersebut sedang dievaluasi. Namun jika masyarakat berkehendak dan disetujui bupati, menara jagung tersebut akan dipertahankan untuk menjadi salah satu ikon wisata Boyolali," terangnya.

Selain sebagai ikon wisata‎, sambungnya, menara jagung tersebut diharapkan menjadi pelecut bagi petani untuk tetap mempertahankan dan meningkatkan produktivitas jagung.‎ ‎(R-11)

BERITA REKOMENDASI