Menko Airlangga Lepas Ekspor Perdana Telur Tetas ke Myanmar

Editor: Ivan Aditya

KLATEN, KRJOGJA.com – Telur tetas (Hatching Egg/HE) produksi perusahaan di Klaten, Jawa Tengah tembus pasar luar negeri. Ekspor perdana sebanyak 166.000 butir ke Myanmar dilepas langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Swalayan PT Januputra, Sabtu (14/08/2021).

Airlangga Hartarto mengemukakan, ekspor telur tetas ke beberapa negara yakni Myanmar dan Vietnam, nantinya diharapkan bisa berkembang ke negara-negara lainya. Hal ini dinilai pencapaian yang luar biasa, karena biasanya Indonesia yang justru impor indukan ayam dari negara lain. “Sekarang kita yang ekspor hatching egg, biasanya kita yang impor bibit indukan,” kata Airlangga Hartarto.

Untuk ekspor ke Myanmar, pada bulan Agustus dikirim sebanyak 66.000 butir dan sisanya pada bulan September. Sedangkan ke Vietnam, ekspor akan dilakukan pada bulan Nopember dan Desember.

Komisaris Utama PT Januputra Sejahtera didampingi Heri Wibowo mengemukakan, selain Myanmar pada Nopember dan Desember mendatang akan segera ekspor ke Vietnam sebanyak 145.000 butir HE. Hal itu membuktikan bawha peternak dalam negeri juga mampu bersaing di pasar internasional.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto juga melihat-lihat pameran UMKM lokal Klaten, dan membororng 1.000 jam tangan dari kayu yang akan dijadikan sebagai souvenir. Sebelumnya, Airlangga Hartarto juga meninjau langsung beberapa tempat isolasi terpusat di Kabupaten Klaten yakni GOR Gelarsena dan Panti Semedi.

Menko Airlangga ingin memastikan layanan kesehatan dan fasilitas lain yang diberikan kepada para pasien Covid-19 yang sedang diisolasi. Sirlangga menyerahkan bantuan berupa daging ayam frozen dan telur masing-masing 1,1 ton kepada Bupati Klaten Sri Mulyani yang kemudian akan disalurkan kepada para pasien yang sedang melakukan isolasi.

Selain fasilitas kesehatan, isolasi terpusat ini juga didukung dengan fasilitas olahraga dalam ruangan hingga fasilitas wifi dan TV LED. Hal ini penting karena dapat menekan tingkat stres pasien yang sedang menjalani isolasi.

Bupati Klaten Sri Mulyani pada kesempatan tersebut mengatakan adanya isolasi terpusat ini terbukti dapat membantu menurunkan kasus positif Covid-19. (Sit)

BERITA REKOMENDASI