Meresahkan, Anak Punk Diciduk Satpol PP

SUKOHARJO (KRjogja.com) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sukoharjo melakukan razia terhadap keberadaan pengemis, gelandangan dan orang terlantar (PGOT) serta anak punk. Dalam kegiatan tersebut petugas menangkap dua orang anak punk.

Kepala Satpol PP Sukoharjo Sutarmo, Selasa (6/9/2016) mengatakan, razia dilakukan sebagai bentuk penertiban terhadap lingkungan. Selan itu menindaklanjuti atas keluhan masyarakat yang datang ke petugas.

Razia menyasar ke sejumlah wilayah di Sukoharjo mulai dari perkotaan hingga perbatasan. Sasarannya yakni di Kecamatan Sukoharjo Kota, Grogol, Baki, Gatak dan Kartasura. Pada kegiatan tersebut petugas menemukan tiga orang anak punk di perempatan Telukan, Grogol. Dua orang diantaranya berhasil ditangkap petugas dan satu lagi berhasil melarikan diri.

Kedua anak punk tersebut kemudian dibawa ke kantor Satpol PP Sukoharjo untuk diberikan pembinaan. Petugas baru memperbolehkan keduanya pulang setelah dijemput oleh orang tua atau pihak keluarga.

“Keberadaan bagi PGOT maupun anak punk sudah dikeluhkan masyarakat. Mereka berkeliaran di jalan dan meminta uang dengan cara paksa,” ujar Sutarmo.

Para PGOT dan anak punk biasanya berkeliaran di perempatan atau pertigaan jalan besar. Mereka sengaja memanfaatkan banyaknya kendaraan yang berhenti untuk meminta uang.

“PGOT dan anak punk yang pernah kami tangkap dalam razia diminta membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya lagi. Kalau kembali tertangkap maka sanksinya lebih berat,” pungkasnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI