Meski Pasar Hewan Ditutup, Kasus PMK di Klaten Masih ‘Menggila’

Editor: Agus Sigit

KLATEN, KRJOGJA.com – Pemkab Klaten telah berupaya keras menekan laju penyebaran PMK dengan menutup pasar hewan selama 14 hari. Namun demikian jumlah sapi yang terpapar penyakit mulut dan kuku meningkat tajam.

“Yang positif enam sudah sembuh, sekarang ini yang suspect ada 441 ekor. Namanya virus, misal dalam satu kandang ada ternak yang kena virus ya pasti akan menyebar ke lainya. PMK ini penularanya 99 persen, dan tingkat kesakitan di ternak itu sampai 100 persen, walaupun tingkat kematianya rendah,” kata kepala Dinas Ketahanan Pangan dan pertanian (DKPP) Widiyanti, Senin (6/6/2022).

Kasus tertinggi berada di kecamatan Ngawen, karena di tempat tersebut banyak blantik yang memiliki banyak sapi, dan jika satu ekor terpapar akhirnya menular ke lainya.

Sehubungan hal tersebut, Widiyanti sudah mengajukan hasil kajian, dan menunggu kebijakan bupati apakah penutupan pasar hewan akan diperpanjang atau tidak.

Terkait telah adanya penutupan pasar hewan, namuan kasus justru melejit, Widiyanti menjelaskan, setelah dianalisa dari kasus per kasus yang ada di Klaten, dari 441 sapi terpapar PMK, sebanyak 62,75% sumber penularan karena adanya ternak baru dalam satu wilayah, dan 32,25 % karena penularan dari kasus lama.

Munculnya ternak baru, yang saat dibeli di pasar belum ada tanda-tanda klinis PMK, namun setelah 2 – 3 hari di rumah baru muncul tanda klinis. “Walaupun sebelum penutupan, di pasar kita lakukan skrining kita cek tanda klinis, tapi karena kita tak punya antigen PMK, kita tak bisa deteksi dini. Sebelum sapi itu memunculkan tanda klinis, kita kan ga bisa memvonis sapi itu sakit atau tidak, sehingga saat di pasar kita nyatakan sehat, ternyata di dalamnya sudah terpapar virus. Kita ga punya alatnya, antigen untuk PMK ini, sehingga penutupan pasar kemarin menjadi salah satu alternatif menekan penyebaran virus PMK ini. Jadi melihatnya jangan pasar ditutup kok meningkat, tapi proses terjadinya kasus itu yang perlu dilihat juga,” jelas Widiyanti.

Sebanyak 13 dokter hewan di DKPP, 15 paramedik veteriner, dibantu inseminator, dan juga mengajak para dokter hewan mandiri untuk berperan dalam penaggulanagan virus PMK tersebut.

Bupati Klaten Sri Mulyani sedang mempertimbangan apakah penutupan pasar hewan akan diperpanjang atau tidak. Namun bupati menyatakan jika bisa kemungkinkan penutupan pasar hewan akan diperpanjang. (Sit)

 

 

BERITA REKOMENDASI