Monitoring dan Evaluasi Pendampingan Mahasiswa STPP Optimalisasi Pemanfaatan Alsintan

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Kementerian Pertanian, Drs Gunawan Yulianto MM MSi melakukan monitoring dan evaluasi kegiatan pendampingan optimalisasi pemanfaatan alsintan (OPA) yang dilakukan mahasiswa Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Magelang. Gunawan didampingi Ketua Jurusan Penyuluhan Pertanian (Jurluhtan) Yogyakarta, R Hermawan, SPMP. Monitoring dan evaluasi  di salah satu pemondokan mahasiswa di desa Joho kecamatan Mojolaban, kabupaten Sukoharjo, belum lama ini.

Kegiatan ini, diikuti oleh mahasiswa pendampingan wilayah kerja Sukoharjo dan Karanganyar. Dalam rangka upaya peningkatan luas tambah tanam padi pemerintah kementerian pertanian  telah menggelontorkan bantuan alsintan kepada petani.

Bantuan awalnya hanya ada di 13 provinsi, namun mulai tahun 2016 bantuan sudah mulai merata ke seluruh Indonesia. Untuk mengawal penggunaan alsintan tersebut maka pemerintah mengutus mahasiswa STPP seluruh Indonesia dan perguruan mitra, untuk membantu badan sumber daya manusia pertanian dan dalam memantau pemanfaatan alsintan oleh para petani.

Selain alsintan, mahasiswa juga harus melaporkan keadaan lahan di lapangan, kemudian mampu menggerakkan petani untuk memanfaatkan alsintan untuk mengejar target Luas tanam, sehingga diharapkan tidak ada lahan yang bero (istirahat). Gunawan Yulianto menyampaikan, mahasiswa dalam bekerja di lapangan diharapkan untuk menggandeng gabungan kelompok tani (gapoktan) dan unit pelayanan jasa alsintan (UPJA) desa masing-masing. "Selain dengan Gapoktan dan UPJA, mahasiswa juga harus berkoordinasi dengan Babinsa dan penyuluh," tambah Gunawan.

Sebagaimana arahan Mentan, semua mahasiswa harus mengawal OPA. Selain itu, Mentan  mengharapkan mahasiswa untuk bisa mengoperasikan alsintan, tugas di lapangan memantau alsintan dimanfaatkan, jangan sampai ada yang mangkrak.

Identifikasi alsintan di kabupaten masing-masing yang tidak digunakan kemudian dilaporkan, supaya bisa di relokasi jika ada yang tidak dimanfaatkan. Selain evaluasi, Gunawan juga mengajak mahasiswa untuk sharing  pengalaman atau kesulitan pendampingan di lapangan.

Kegiatan sangat interaktif, karena banyaknya mahasiswa yang aktif dalam berbagi pengalaman, masalah yang dihadapi di lapangan, serta banyaknya motivasi dari Kapusdik.

"Bahwasanya pertanian adalah pekerjaan yang mulia, karena sektor pertanian lah yang menghidupi seluruh bangsa Indonesia. Untuk menjadi orang luar biasa kelak lulusan Politeknik pembangunan pertanian (polbangtan)  harus bisa bersaing di dunia kerja, karena bekal kalian lebih banyak terutama di bidang praktek dan inovasi, " jelas Gunawan.

Dunia kerja sangat mengutamakan karakter, maka dari itu mahasiswa diharapkan untuk terus menjaga karakter jujur, disiplin, dan pantang menyerah yang telah dibina di kampus supaya bisa menyeimbangkan teori yang didapatkan. (*)

BERITA REKOMENDASI