MUI Kota Magelang Gelar Pelatihan ‘Juleha’

Editor: Ivan Aditya

MAGELANG, KRJOGJA.com – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1440 H Tahun 2019, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Magelang mengadakan kegiatan pelatihan dan praktek Juru Sembelih Halal (Juleha) di komplek Pondok Dudan Kota Magelang, Sabtu (03/08/2019). Pengurus 'Juleha' DI Yogyakarta maupun lainnya juga memberikan beberapa informasi yang berkaitan dengan proses penyembelihan hewan kurban.

Kegiatan ini tidak hanya diikuti peserta dari wilayah Kota Magelang, tetapi ada juga yang datang dari luar Kota Magelang. Seekor kambing juga ikut disembelih dalam rangkaian kegiatan ini, sehingga peserta tidak hanya mengetahui secara teori, tetapi juga praktek. Termasuk mengetahui cara membawa dan merobohkan hewan yang akan disembelih dengan baik.

Walikota Magelang Ir H Sigit Widyonindito MT dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kabag Kesra Kota Magelang Hadi Sutopo di forum ini diantaranya menyampaikan penghargaan kepada MUI Kota Magelang atas prakarsanya menghelat pelatihan ini dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1440 H.

Dikatakan, pelaksanaan penyembelihan hewan, utamanya hewan kurban, akan bisa terlaksana dengan baik dan sesuai syariat apabila pihak-pihak yang terlibat memiliki pemahaman yang benar berkaitan dengan proses penyembelihan dari awal hingga akhir.

Ketua MUI Kota Magelang Drs H Ismudiono secara terpisah kepada KR di sela-sela kegiatan pelatihan dan praktek diantaranya mengatakan hal ini sebenarnya menjadi kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan daging yang halal. "Sementara ini ada yang sudah syar'i, tetapi sebagian ada juga yang karena buru-buru maupun lainnya," kata Ismudiono.

Karena itu proses penyembelihan halan ini banyak yang kurang memperhatikan. Karena itu MUI Kota Magelang terketuk untuk membuat program ini. Tidak hanya proses penyembelihan hewan kurban, tetapi yang paling penting justru penyembelihan hewan di hari-hari biasa, mengingat konsumsi daging juga harian.

Dengan adanya pelatihan dan praktek ini diharapkan masyarakat dapat menikmati makanan yang benar-benar halal, baik halal secara syar'i maupun halal secara tata cara teknis penyembelihan yang benar. Alat penyembelihannya harus yang tajam, bahkan karena terlalu tajamnya hingga hewan yang disembelih tidak merasakan sakit.

Juga tidak ada unsur penyiksaan, baik penyiksaan waktu akan disembelih, hewan yang akan disembelih juga jangan sampai melihat proses penyembelihan hewan lainnya maupun hal-hal lain. (Tha)

BERITA REKOMENDASI