Murai Boarding School, Sekolah Burung yang Muridnya Banyak dari Luar Daerah

Editor: KRjogja/Gus

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Bagi penggemar burung atau kicau mania yang sering mengikuti lomba pasti sudah tidak asing lagi dengan nama Rachmad Saleh, warga Mojosongo, Boyolali,Jawa Tengah. Rachmad Saleh mendirikan sekolah khusus untuk burung. Namun tidak semua jenis burung biasa menjadi murid di sekolah ini, hanya khusus burung murai batu untuk lomba saja.

Di rumah Rachmad UTJ Murai Boarding School, puluhan murai batu dalan sangkar berjajar rapi dibelakang rumahnya. Di sisi lain, tampak puluhan burung antri untuk dimandikan di karamba. Sejumlah murai lainnya ada di karamba mandi,sehabis karamba burung burung itu dijemur dibawah sinar matahari pagi. Makanan utama berupa foor pak burung dan ekstra fooding food seperti jangkrik, kroto dan ulat hongkong untuk memenuhi kebutuhan protein.

Rachmad mengatakan awal mulanya mendirikan sekolah burung murai berdasarkan hoby dari kecil. Untuk melatih burung tersebut mulai dari usia 1-2 bulan (trotol) dari melatih pola makan, pola mandi dan pengisian master atau pengisian materi. Burung tersebut dinyatakan lulus dan dikembalikan ke pemiliknya ketika sudah berumur 7 bulan.

“Saya memilih yang sudah berumur 2 bulan karena sudah bisa makan sendiri, selain itu ketahanan tubuh juga sudah bagus,” ujar Rachmad Saleh, Sabtu (18/7/2020).

Rachmad mengaku,untuk biaya sekolah burung murai batu ia membandrol biaya satu semester sebesar Rp 400 ribu. Untuk rutinitas itu dimulai setiap jam 6 pagi,dan akan berakhir merawat burung pada jam 11 siang. Sejak tahun 2018, Rachmad banyak mendapat titipan murai batu dari luar daerah yaitu Medan, Solo, Surabaya, Probolinggo, Bogor, Bekasi, Jakarta, Bandung untuk disekolahkan di kampus UTJ Boarding School yang ia dirikan.

BERITA REKOMENDASI