Musim Pancaroba, Boyolali Waspada Chikungunya

Editor: KRjogja/Gus

BOYOLALI, KRjogja.com – Mendekati akhir musim penghujan dan menuju awal dari musim kemarau, masyarakat Kabupaten Boyolali diminta lebih waspada terhadap penyebaran penyakit chikungunya. Menurut data dari Kepala Dinas (Dinkes) Kabupaten Boyolali, terdapat tiga kecamatan di Kabupaten Boyolali yang memiliki kasus serangan penyakit melalui nyamuk ini.

Dijelaskan Dinkes Kabupaten Boyolali, Ratri S. Survivalina bahwa Kecamatan Ngemplak, Mojosongo dan Boyolali merupakan daerah penyebaran chikungunya yang terlihat dari penyelidikan epidemiologi yang telah dilakukan.

“Beberapa minggu terakhir ini kita mendapatkan laporan ada kasus demam yang disertai dengan nyeri-nyeri sendi dan ada juga kelemahan untuk berjalan. Dan ternyata setelah kita lakukan penyelidikan epidemiologi kasus yang ada di daerah situ ternyata adalah kasus chikungunya,” ujarnya saat dijumpai di ruang kerjanya, Senin (24/5/2021).

Seperti yang terjadi di Kecamatan Ngemplak, kasus chikungunya ditemukan di Desa Manggung sebanyak 37 kasus. Terdapat dua RT di RW 02 yang melaporkan bahwa masyarakat mengeluhkan gejala penyakit chikungunya yakni di RT 02 sebanyak delapan kasus dan RT 01 sebanyak 29 kasus.

Selain itu, di Dusun Turus RT 07 dan RT 06 di RW 09 Desa Jurug, Kecamatan Mojosongo terdapat 14 kasus chikungunya. Serta di Kelurahan Pulisen, Kecamatan Boyolali terdapat tujuh kasus yang berasal dari RT 01 RW 13.

“Kita juga sudah melaksanakan tindak lanjutnya dengan melaksanakan pendataan pada kasus yang dicurigai termasuk kelompok chikungunya. Kemudian tindak lanjut yang lain kita juga sudah berupaya melakukan fogging supaya tidak terjadi penularan ke lapisan masyarakat yang lebih luas lagi,” jelasnya.

BERITA REKOMENDASI