Musim Sadranan, Berkah bagi Penjual Bunga Tabur

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Momen Sadranan dimanfaatkan pedagang bunga tabur dengan berjualan disepanjang Jalan Jenderal Sudirman dan di depan Pasar Ir Soekarno. Para pedagang tersebut beradal dari berbagai daerah. Harga bunga tabur sendiri sekarang mengalami kenaikan dan terus naik saat mendekati puasa Ramadan.

Pedagang bunga tabur di Jalan Jenderal Sudirman Sukoharjo, Sulayem mengaku sengaja datang dari daerah asal Boyolali ke Sukoharjo hanya untuk berjualan bunga tabur. Momen sadranan seperti sekarang sangat ditunggu pedagang bunga tabur karena disaat ini permintaan bunga tabur mengalami peningkatan signifikan.

Tingginya permintaan membuat harga bunga tabur mengalami kenaikan. Apabila sebelumnya satu besek bambu bunga tabur hanya dihargai Rp 10 ribu maka sekarang naik menjadi Rp 15 ribu. Harga tersebut diperkirakan terus mengalami kenaikan menjelang puasa Ramadan.

Dalam satu hari Sulayem mampu menjual beberapa besek bambu bunga tabur. Hasilnya tersebut cukup memberikan pendapatan untuk dibawa pulang ke rumah.

“Biasanya sebelum puasa Ramadan atau akhir musim sadranan harga bunga tabur terus naik. Tahun lalu bisa tembus diatas Rp 20 ribu perbesek bambu,” ujar Sulayem kepada KRJOGJA.com, Rabu (02/05/2018).

Pedagang lain bunga tabur di Pasar Ir Soekarno, Nanti mengatakan, bunga tabur didapat dari petani yang memberikan kiriman. Dengan demikian maka pedagang tidak mengalami kesulitan untuk berjualan.

Narni mengaku harga bunga tabur meski mengalami kenaikan namun dianggap masih wajar. Sebab harga Rp 15 ribu perbesek bambu belum terlalu tinggi dibanding tahun sebelumnya.

“Stok barang sangat melimpah sehingga harga masih terkendali. Nanti kalau permintaan semakin banyak maka harga terus naik,” lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI