Muspida Sukoharjo Pantau Pelaksanaan Pilkades Serentak

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Animo masyarakat untuk menggunakan hak pilih dalam pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak 125 desa cukup tinggi. Hal tersebut diketahui setelah rombongan Muspida Sukoharjo melakukan inspeksi mendadak (sidak) kesejumlah desa. Pada kesempatan tersebut aparat meminta masyarakat untuk tetap menjaga kondusifitas daerah dan bagi massa calon kepala desa yang menang dilarang melakukan konvoi sepeda motor.

Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya, Selasa (11/12/2018) mengatakan, sudah melakukan sidak ditiga lokasi pilkades yakni di Desa Langenharjo, Kecamatan Grogol, Desa Gentan, Kecamatan Baki dan Desa Makamhaji, Kecamatan Kartasura. Hasil pantauan secara langsung terlihat animo masyarakat datang ke tempat pemungutan suara (TPS) untuk menggunakan hak pilih cukup tinggi.

Masyarakat datang dengan kesadaran tinggi membuat Pemkab Sukoharjo lega. Sebab perhelatan pilkades tersebut digelar di 125 desa di 11 kecamatan. Selanjutnya setelah proses pemungutan suara selesai maka masyarakat tetap diminta tenang sampai hasil pemenang diketahui.

"Pelaksanaan pilkades bagus dan lancar. Dilihat dari animo masyarakat tinggi datang ke TPS ada sekitar 65 persen (hingga pukul 09.30 WIB) sampai penutupan diharapkan angka partisipasi pemilih terus meningkat," ujarnya.

Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi mengatakan, sampai pelaksanaan pemungutan suara Selasa (11/12/2018) pagi belum menemukan laporan adanya gangguan keamanan pilkades. Masing masing desa yang menyelenggarakan pilkades dapat berjalan dengan lancar tanpa halangan apapun. Bahkan kekhawatiran adanya bandar judi atau botoh pada pelaksanaan pilkades juga tidak ditemukan.

Kondusifitas daerah yang tetap terjaga sampai pelaksanaan pemungutan suara diapresiasi kapolres. Diharapkan kondisi serupa dapat terus terjadi sampai proses penghitungan dan diketahui hasil pemenang pilkades.

"Massa pendukung calon kepala desa harus sabar dan tidak boleh berbuar onar. Saling menjaga perasaan dan tidak boleh konvoi kendaraan saat merayakan kemenangan. Lebih baik pemenang pilkades merangkul semua calon kepala desa dan massa pendukungnya demi memajukan bersama desa," ujarnya.

Larangan konvoi kendaraan saat merayakan kemenangan pilkades sudah dikeluarkan Polres Sukoharjo tersebut berlaku di 125 desa. Apabila ada praktik pelanggaran maka petugas akan memberikan penindakan dengan menjatuhkan sanksi seperti tilang.

"Pasukan dalam posisi tetap siap menjaga desa yang menggelar pilkades. Meski pemungutan suara nanti sudah digelar pasukan tetap berjaga dan belum ada penarikan anggota dari desa sampai ada instruksi lanjutan dari Polres Sukoharjo," lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI