Nama Kades Pranan Dicatut untuk Peras Warga

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Nama Kepala Desa Pranan, Kecamatan Polokarto Jigong Sarjanto dicatut oknum pelaku untuk meminta uang pada sejumlah warga. Beberapa warga menjadi korban setelah mengirimkan uang dengan nominal tertentu kepada pelaku. Kasus tersebut akan dilaporkan secara resmi ke Polres Sukoharjo.

Kepala Desa Pranan, Kecamatan Polokarto Jigong Sarjanto mengaku kaget setelah mendengar kabar dari warga yang juga masih kerabat saat menanyakan kiriman transfer uang apakah sudah diterima atau belum. Warga tersebut mengirimkan uang setelah ada permintaan dari orang mengaku sebagaidirinya.

Oknum pelaku mengaku sebagai Kepala Desa Pranan menghubungi korban sejumlah warga dengan memasang foto Jigong Sarjanto di nomor telepon. Hal itu membuat warga percaya bahwa yang menghubunginya memang Jigong Sarjanto.

Dalam komunikasi tersebut oknum pelaku meminta uang kepada sejumlah korban warga. Uang diminta ditransfer ke nomor rekening bank yang diberikan oknum pelaku. Beberapa warga yang percaya kemudian memberikan uang dengan cara transfer ke rekening bank oknum pelaku.

Setelah transfer tersebut beberapa korban warga kemudian menyampaikan kepada Jigong Sarjanto apakah uang sudah diterima. Mendapati keterangan tersebut Jigong Sarjanto membantah meminta uang pada warga. Merasa kaget karena namanya telah dicatut oknum pelaku membuat Jigong Sarjanto geram.

Jigong Sarjanto mengaku juga langsung melakukan penelusuran dan pelacakan dengan mendatangi warga. Pendataan dilakukan untuk mengetahui ada berapa warga yang jadi korban oknum pelaku. Termasuk besaran uang sudah ditransfer korban ke pelaku.

"Nama saya sebagai Kepala Desa Pranan, Kecamatan Polokarto dicatut oknum pelaku. Saya data warga yang jadi korban dan setelah ini lapor ke polisi karena perbuatan oknum pelaku sangat meresahkan," ujarnya kepada KRJOGJA.com, Selasa (15/10/2019).

Akibat perbuatan pelaku Jigong Sarjanto meminta kepada warga masyarakat Desa Pranan, Kecamatan Polokarto untuk tenang dan tidak terpancing. "Saya sendiri tidak kenal siapa oknum pelaku tahu tahu mencatut nama saya untuk kepentingan pribadi meminta uang pada warga. Terlebih lagi sesuai keterangan warga oknum pelaku memasang foto saya di nomor telepon," lanjutnya.

Jigong Sarjanto menegaskan, tidak pernak meminta uang pada siapapun termasuk warga. Apalagi meminta dengan cara melalui telepon. "Ada warga yang mengaku sudah kirim uang ke oknum pelaku sebesar Rp 4 juta," lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI