Nekad Mudik, Satgas Covid Desa Sidomulyo Siapkan Tempat Karantina Keramat

Editor: KRjogja/Gus

BOYOLALI, KRjogja.com – Momentum Idul Fitri 1442 Hijriyah semakin dekat, tentunya bagi masyarakat yang berada di perantauan ingin bersilaturahmi bersama keluarga di kampung halaman. Namun karena pandemi Covid-19 belum berakhir, pemerintah kembali mengeluarkan larangan untuk mudik demi memutus rantai penyebaran Covid-19. Berbagai himbauan telah dilakukan sampai di tingkat desa. Namun meski sudah dilarang masih saja banyak masyarakat yang melanggarnya.

Desa Sidomulyo, Kecamatan Ampel,Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah memiliki cara unik untuk memberikan imbauan kepada warganya yang merantau agar tidak pulang kampung. Yaitu dengan mengkarantina warganya yang datang dari perantauan di sebuah ruangan yang terdapat di lokasi punden atau cikal bakal desa yang terletak di Dukuh Beji. Meski ruangan yang dipergunakan untuk karantina layak pakai, namun lokasi karantina merupakan salah satu tempat yang diyakini keramat dan sakral.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Covid Desa Sidomulyo, Muh. Sawali menjelaskan bahwa upaya yang dilakukan di desanya ini dilatar belakangi kejadian pada tahun lalu, dimana warga Kecamatan Ampel yang pertama kali terpapar Covid-19 adalah warga Desa Sidomulyo.

“Disitulah muncul pelajaran yang sangat berharga untuk kita, sehingga kita lebih giat untuk mengantisipasi biar sesuatu yang berakibat fatal itu tidak kembali terulang,” ungkapnya saat ditemui di lokasi karantina pada Kamis (29/4/2021).

BERITA REKOMENDASI