‘Nguri-uri’ Seni Budaya, Wartawan Klaten Main Ketoprak

Editor: KRjogja/Gus

KLATEN, KRJOGJA.com – Pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Klaten bersama awak media yang bertugas di Klaten mementaskan seni ketoprak di panggung rakyat kompleks Gedung Sunan Pandanaran, Klaten, Kamis malam (1/3/2018). Pagelaran ketoprak diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2018 dan Hari Ulang Tahun Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD) Klaten ke 51.

Kepala Bagian Humas Setda Klaten, Wahyudi Martono, mengatakan, kegiatan seni budaya berupa pagelaran ketoprak tercantum dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Bagian Humas Setda Klaten dengan anggaran rutin setiap malam Jumat Legi sebesar Rp 13.500.000. Pentas ketoprak bekerjasama dengan Dewan Kesenian, komunitas seni, dan awak media yang bertugas di Klaten.

"Tujuan dari kegiatan ini untuk menjalin kebersamaan dengan rekan-rekan wartawan dari berbagai media. Sehingga diharapkan rekan-rekan wartawan mendukung apa yang menjadi visi misi bupati yaitu mewujudkan Kabupaten Klaten yang maju mandiri dan berdaya saing. Sekaligus mendukung program Dewan Kesenian yakni menghidupkan dan nguri-uri seni budaya," ujarnya. 

Dalam pentas ketoprak yang dimainkan oleh para awak media dan pegawai tersebut mengambil cerita tantang Damarwulan dan Minakjinggo dengan mengambil lakon Senopati Mustikaning Majapahit. Kisah panji ini merupakan karya sastra atau cerita rakyat di Jawa yang dibuat pada akhir abad ke 18. Kisah itu menggambarkan tentang kebaikan yang selalu menang melawan keburukan.

Bupati Klaten, Sri Mulyani, mengapresiasi penampilan awak media dalam pentas ketoprak. Pihaknya juga berharap akan terjalin hubungan yang semakin erat dengan media. "Temen-temen wartawan sangat luwes, luar biasa. Mari kita uri-uri seni budaya. Kedepan kegiatan seni budaya tak hanya diadakan di pusat kota, namun akan merambah hingga di wilayah pinggiran," ujarnya. (Lia)

 

BERITA REKOMENDASI