Normalisasi Sungai Situri Akan Dilakukan Pekan Depan

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Normalisasi Sungai Situri di Desa Grogol Kecamatan Weru akhirnya segera terlaksana pekan depan. Kepastian tersebut diketahui setelah ada kesanggupan dari Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) memenuhi permintaan Pemerintah Desa Grogol, Kecamatan Weru setelah menunggu sejak sekitar tahun 2013.

Kepala Desa Grogol, Kecamatan Weru, Heri Putut, Kamis (23/07/2020) mengatakan, Pemerintah Desa Grogol, Kecamatan Weru sudah mendapat informasi langsung dari BBWSBS terkait kesanggupan memenuhi permintaan warga dan pemerintah desa untuk melakukan normalisasi dan pembangunan tanggul permanen. Hal itu membuat lega setelah pengajuan permintaan ke BBWSBS sudah lama dilakukan dan baru mendapat jawaban sekarang.

Normalisasi Sungai Situri akan dikerjakan sepanjang dua kilometer dengan sasaran perbaikan tanggul, serta pengerukan sedimentasi sungai. BBWSBS sekarang sudah melakukan perencanaan proyek tersebut dan tinggal menunggu pelaksanaan saja.

“BBWSBS sudah memberi kesanggupan normalisasi dan pembangunan tanggul permanen Sungai Situri. Pemerintah desa dan masyarakat tentu lega setelah menunggu sangat lama mengingat saat hujan tanggul sering jebol dan mengakibatkan banjir,” ujarnya.

Kondisi Sungai Situri sekarang sendiri sangat memprihatinkan mengingat sedimentasi parah. Tumpukan pasir mengakibatkan daya tampung air Sungai Situri berkurang. Akibatnya air hujan tidak mampu ditampung. Kondisi diperparah dengan adanya air kiriman dari daerah lain disepanjang aliran Sungai Situri.

Arus air Sungai Situri yang deras juga mengakibatkan tanggul sering jebol dibeberapa titik. Akibatnya banjir tidak bisa dihindari hingga menggenangi tanaman padi dan rumah warga. Banjir tersebut menyebabkan kerugian besar khususnya kerusakan tanaman padi.

Pemerintah Desa Grogol, Kecamatan Weru berharap masalah akan segera selesai setelah dilakukan normalisasi dan pembangunan tanggul. Tahun saat musim hujan datang masalah tersebut sering datang dan dikelukan warga. “Kami sudah sering mengirim surat dan meminta bantuan ke BBWSBS. Akhirnya baru bisa terlaksana sekarang,” lanjutnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo Sri Maryanto, mengatakan, tanggul Sungai Situri di Desa Grogol, Kecamatan Weru memang sangat rawan jebol lebih disebabkan faktor kondisi alam. Kondisi diperparah dengan sedimentasi parah di Sungai Situri karena banyak timbunan material tanah. Sedimentasi menyebabkan daya tampung air menjadi berkurang.

“Tanggul Sungai Situri di Desa Grogol, Kecamatan Weru harus dibuat permanen. Pembangunan itu menjadi kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS). Selama belum dibangun maka tanggul bisa terus jebol karena faktor alam,” ujarnya.

BPBD Sukoharjo sudah mengajukan permintaan bantuan pembangunan tanggul Sungai Situri di Desa Grogol, Kecamatan Weru ke BBWSBS sejak lama. BPBD Sukoharjo khawatir tanggul kembali jebol dikemudian hari. (Mam)

BERITA REKOMENDASI