Operasi Keselamatan Candi 2018 Bidik Tujuh Sasaran Pelanggaran

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Tujuh sasaran pelanggaran lalu lintas menjadi fokus petugas selama Operasi Keselamatan Lalu Lintas Candi 2018. Kegiatan digelar selama 21 hari mulai 5 – 25 Maret. Ratusan petugas gabungan disiapkan dalam operasi tersebut.

Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi saat memimpin gelar pasukan Operasi Keselamatan Lalu Lintas Candi 2018 di halaman Mapolres Sukoharjo, Senin (5/3/2018) mengatakan, tujuh sasaran tersebut yakni, melawan arus, tidak memakai sabuk pengaman, tidak memakai helm, anak di bawah umur berkendara, melebihi batas kecepatan, berkendara dalam keadaan mabuk, menggunakan handphone saat berkendara. Sasaran tersebut merupakan instruksi langsung dari pimpinan Polri.

Operasi Keselamatan Lalu Lintas Candi 2018 melibatkan 103 orang anggota Polres Sukoharjo. Jumlah personel masih ditambah dari instansi lain yakni, Kodim 0726, Dinas Perhubungan dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sukoharjo. Mereka diterjunkan dalam setiap kali operasi digelar di jalan.

Keterlibatan petugas gabungan dari instansi lain sebagai bagian dari transparansi kerja. Masyarakat juga bisa mengetahui secara langsung petugas yang terlibat dalam operasi lalu lintas di jalan.

"Tujuh sasaran itu menjadi prioritas karena banyak ditemukan praktek pelanggaran. Operasi Keselamatan dilakukan untuk menekan pelanggaran tersebut," ujar AKBP Iwan Saktiadi.

Dalam Operasi Keselamatan Lalu lintas Candi 2018 Polres Sukoharjo menyasar semua wilayah. Tidak hanya satu atau dua tempat saja melainkan dilakukan secara merata. Artinya baik di tengah kota dan wilayah pinggiran menjadi sasaran.

Kasatlantas Polres Sukoharjo AKP Finan Sukma Radipta menambahkan, operasi dilakukan dengan jam dan tempat sasaran pelaksanaan secara acak. Sebab bentuk pelanggaran bervariasi dibeberapa wilayah.

AKP Finan menjelaskan, tujuh sasaran operasi menjadi hal pokok. Sebab praktek pelanggaran tersebut sering ditemukan di masyarakat. Salah satunya seperti tidak menggunakan helm. Pelanggaran tersebut sangat berat mengingat helm menjadi sarana pokok bagi pengendara sepeda motor.

"Pelanggaran lainnya menggunakan handphone saat berkendara bermotor. Sebab bisa menghilangkan kosentrasi dan menyebabkan kerawanan kecelakaan lalu lintas," ujar AKP Finan.

Sambutan Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Pol Royke Lumowa saat dibacakan Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi dalam gelar pasukan di halaman Mapolres Sukoharjo mengatakan, data jumlah pelanggaran lalu lintas berupa tilang tahun 2016 sejumlah 6.272.375 kasus dan pada tahun 2017 sejumlah 7.420.481 kasus atau ada kenaikan 17,47 persen. Teguran tahun 2017 sejumlah 3.225.098 pelanggaran dan tahun 2016 sejumlah 2.225.404 pelanggaran atau kenaikan 31 persen. Jumlah kecelakaan lalu lintas tahun 2016 sejumlah 105.374 kejadian dan pada tahun 2017 sejumlah 98.419 kejadian atau ada penurunan 7 persen.

Korban meninggal dunia tahun 2016 sejumlah 25.859 orang dan pada tahun 2017 sejumlah 24.213 orang atau ada penurunan 6 persen. Korban luka berat tahun 2016 sejumlah 22.939 orang dan tahun 2017 sejumlah 16.159 orang atau menurun 30 persen. Korban luka ringan tahun 2016 sejumlah 129.913 orang dan tahun 2017 sejumlah 115.566 orang atau menurun 4 persen. Kerugian rupiah tahun 2015 sejumlah Rp 226.416.414.497 dan tahun 2016 sejumlah Rp 212.930.883.536 atau menurun 6 persen.

"Dengan dilakukan penegakan hukum berupa teguran terhadap sasaran prioritas maka pelaksanaan operasi keselamatan ini diharapkan akan dapat mendorong tercapainya tujuan operasi," ujarnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI