P3A Dam Colo Minta BBWSBS Tidak Tutup Pintu Air

P3A Dam Colo Timur melihat kondisi berdasarkan hasil pemantauan diketahui petani sebagian besar sudah panen MT II padi. Namun masih ada juga petani yang belum dan masih menunggu panen.

Petani yang sudah panen MT II padi sekarang bersiap dan ada yang sudah melakukan MT III padi. Kondisi tersebut baik yang menunggu panen MT II dan sudah masuk mau tanam MT III padi sangat membutuhkan air. Petani bisa mendapatkan air dengan mengandalkan dari aliran Dam Colo Nguter.

P3A Dam Colo Timur sudah meminta kepada BBWSBS untuk tidak melakukan penutupan pintu air Dam Colo pada 1 Oktober nanti dengan mengirim surat. P3A Dam Colo Timur juga mengirim surat ke Bupati Sukoharjo dan Gubernur Jawa Tengah. Hal ini dilakukan agar pihak pemerintah ikut membantu memperhatikan kebutuhan air petani.

“Jangan sampai seperti tahun lalu dimana petani sangat membutuhkan air untuk mengairi sawah. Tapi Dam Colo sudah ditutup dan petani dirugikan. Jadi kami koordinasi awal dan meminta pada BBWSBS untuk tidak menutup agar kebutuhan air petani terpenuhi,” lanjutnya.

Jigong menambahkan, pada 1 Oktober nanti saat jadwal penutupan pintu air Dam Colo dilakukan usia tanam padi petani pada MT III sekitar 30 hari sampai 45 hari. Apabila kekurangan air akibat pintu air Dam Colo ditutup maka tanaman padi petani terancam mati.

“Informasinya juga tidak ada agenda perbaikan saluran induk. Apalagi sekarang masih pandemi virus Corona. Jadi petani sekali lagi minta agar pintu air Dam Colo tidak ditutup,” lanjutnya.

P3A Dam Colo Timur masih menunggu keputusan resmi dari pihak BBWSBS. Sebab setelah ini dikatakan Jigong akan ada rapat khusus membahas permintaan petani sesuai surat yang telah diajukan kepada BBWSBS.

“Kami kirim surat pada 8 Agustus lalu dan pihak BBWSBS rencananya akan melakukan rapat pada 2 September. Kami masih menunggu keputusan hasil rapat tersebut,” lanjutnya.

BERITA REKOMENDASI