Paguyuban Difabel Sehati Bentuk Relawan Tanggap Bencana Alam

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Paguyuban difabel sehati Sukoharjo kenalkan kesiapsiagaan penanganan bencana alam pada anggota. Selain itu juga dibentuk relawan tanggap bencana alam di masing masing kecamatan. Hal itu dilakukan Paguyuban difabel untuk ambil peran berkaitan dengan bencana alam. Sebab mereka juga bisa menjadi korban di wilayah rawan bencana alam.

Ketua Paguyuban Difabel Sehati Sukoharjo Edy Supriyanto, Selasa (3/12/2019) mengatakan, Paguyuban difabel sehati Sukoharjo pada tahun ini mulai serius dalam keterlibatan penanganan bencana alam. Rencana tersebut sudah lama muncul namun baru dapat direalisasikan sekarang.

Bentuk keterlibatan diawali dengan pemberian sosialisasi soal kebencanaan yang melibatkan anggota paguyuban difabel sehati Sukoharjo. Para anggota dikenalkan mengenai berbagai jenis bencana alam dan cara penanganannya dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), SAR dan instansi lain.

“Pada tahap awal ini total ada 100 orang difabel anggota kami dari paguyuban difabel sehati Sukoharjo dilibatkan dalam sosialisasi kebencanaan,” ujarnya.

Anggota paguyuban difabel sehati Sukoharjo dalam sosialisasi tersebut dikenalkan mengenai berbagai jenis bencana alam seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, kebakaran dan lainnya. Materi tersebut penting dilakukan kepada difabel mengingat mereka juga rawan menjadi korban.

“Kami ingin ambil peran dan tidak hanya berdiam diri saja. Sebab difabel juga rawan jadi korban bencana alam. Tidak hanya dikenalkan saja, namun juga diajarkan bagaimana penanganan bencana alam. Salah satunya seperti evakuasi penyelamatan diri dan lainnya,” lanjutnya.

Edy mengatakan, seperti materi evakuasi penyelamatan diri penting dilakukan mengingat difabel bukan menjadi beban orang lain namun juga bisa melakukan sendiri. Teknik atau cara yang sudah diajarkan diharapkan dapat bermanfaat apabila terjadi suatu bencana alam.

“Paguyuban difabel sehati Sukoharjo juga akan membantuk relawan penanganan bencana alam di masing masing kecamatan. Setidaknya ada 2 atau 3 orang relawan disana,” lanjutnya.

Relawan tersebut untuk posisi sekarang diambilkan dari anggota yang sudah siap. Edy mengatakan, kesiapan sangat penting mengingat kondisi anggota sangat berbebeda.

“Kami lihat kondisinya mampu apa tidak. Jangan sampai saat jadi relawan justru memberatkan. Karena itu sejak dini diajarkan tentang materi kebencanaan,” lanjutnya.

Kepala BPBD Sukoharjo Sri Maryanto mengatakan, keberadaan relawan sekarang sudah diperluas. Dalam arti tidak hanya melibatkan anggota biasa namun datang dari anggota difabel tergabung dalam paguyuban difabel sehati Sukoharjo. Petugas memberikan materi kepada difabel mulai dari dasar tentang jenis bencana alam dan cara penanganannya.

“Difabel memiliki peran cukup besar dalam membantu penangganan bencana alam. Kami terus koordinasikan dengan pihak paguyuban,” ujarnya.

BPBD Sukoharjo memandang penting keterlibatan paguyuban difabel sehati Sukoharjo mengingat di Sukoharjo ada cukup banyak difabel. Keberadaanya tersebar disejumlah wilayah dan mereka sekarang dapat ambil bagian.

“Dalam perkembanganya memamg semua pihak harus dirangkul berkaitan penanganan bencana alam termasuk difabel,” lanjutnya. (Mam)

 

 

BERITA REKOMENDASI