Paguyuban Difabel Sehati Sukoharjo Sisir Data Sampai Desa

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Paguyuban Difabel Sehati Sukoharjo melakukan penyisiran data ke sejumlah desa dan kelurahan dengan sasaran difabel untuk mengetahui apakah mereka sudah terdata sebagai penerima fasilitas kesehatan gratis pemerintah dan mendapat akses kerja. Hal itu dilakukan mengingat kondisi ditengah pandemi virus corona mereka rawan tercecer tidak mendapatkan bantuan karena terkendala banyak faktor.

Ketua Paguyuban Difabel Sehati Sukoharjo, Edy Supriyanto mengatakan, kondisi sekarang masih pandemi virus corona berdampak terhadap semua sendiri kehidupan. Karena itu Paguyuban Difabel Sehati Sukoharjo peduli terhadap difabel melakukan penyisiran pendataan.

“Berbagai program bantuan pemerintah seperti kesehatan gratis tentu menjadi prioritas dan bantuan lain. Kami sisir per desa dan kelurahan agar difabel yang ada bisa masuk data penerima. Jangan sampai tercecer,” ujarnya.

Paguyuban Difabel Sehati Sukoharjo terus berkoordinasi dengan Pemkab Sukoharjo untuk membantu memfasilitasi hal tersebut. Nantinya setelah data terkumpul akan disampaikan ke Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) agar bisa mendapatkan fasilitas kesehatan gratis.

“Pemkab Sukoharjo sudah memfasilitasi semua dan diperkirakan 95 persen lebih difabel di Sukoharjo sudah menerima fasilitas kesehatan gratis pemerintah,” lanjutnya.

Edy menambahkan, penyisiran dengan terjun ke lapangan dilakukan mengingat masih ada beberapa warga tidak transparan menyampaikan kondisi anggota keluarganya. Sebab keberadaan difabel tersebut disembunyikan dan tidak dilaporkan ke pihak pemerintah desa atau kelurahan. Karena itu, penyisiran dilakukan Paguyuban Difabel Sehati Sukoharjo dengan melibatkan pengurus sampai ditingkat bawah termasuk RT/RW.

Para difabel yang belum terdata dan menikmati fasilitas kesehatan gratis akan terus dikejar Paguyuban Difabel Sehati Sukoharjo. Sebab mereka punya hak sama seperti halnya difabel lainnya. Data susulan akan diajukan kembali ke Pemkab Sukoharjo sebagai bagian dari perkembangan penerima pelayanan program kesehatan gratis.
“Difabel yang belum terkaver JKN KIS PBI tersebut masih bisa mendapat fasilitas kesehatan gratis dari Pemkab Sukoharjo dengan bantuan pembiayaan yang diatur dengan Peraturan Bupati Nomor 76/2018. Jadi seharusnya 100 persen difabel bisa terkaver berobat gratis,” lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI