Pantau Wilayah Rawan, BPBD Sukoharjo Cek Tanggul Sungai

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo melakukan pemantauan sekaligus pengecekan terhadap tanggul sungai. Petugas melakukan hal tersebut setelah ada kejadian tanggul Sungai Situri di Desa Grogol, Kecamatan Weru jebol. Hasilnya diketahui ada beberapa titik tanggul sungai rawan jebol atau longsor dibeberapa wilayah. 

Kepala BPBD Sukoharjo Sri Maryanto, Rabu (1/1/2020) mengatakan, BPBD Sukoharjo sudah menerjunkan petugas untuk melakukan pemantauan sekaligus pengecekan terhadap kondisi tanggul sungai. Di lapangan petugas juga melihat secara langsung kondisi aliran sungai. Dalam pemantauan dan pengecekan tersebut BPBD Sukoharjo berkomunikasi dengan pihak pemerintah desa dan kecamatan. Hal itu dilakukan karena merekalah yang mengetahui kondisi pasti tanggul sungai di wilayahnya. Selain itu juga hafal keadaan sungai saat musim hujan datang. 

“Pada musim hujan kali ini BPBD Sukoharjo fokus pada pemantauan terhadap kondisi tanggul sungai dan sungai karena rawan terjadi bencana alam baik dalam bentuk longsor maupun banjir,” ujarnya. 

BPBD Sukoharjo menemukan hasil beberapa tanggul sungai rawan jebol atau longsor. Salah satu lokasi yang sudah terjadi bencana alam berupa tanggul jebol berada di Sungai Situri, Desa Grogol, Kecamatan Weru. Selain itu juga ditemukan di tanggul Sungai Samin, Kecamatan Polokarto dan Sungai Bengawan Solo di wilayah Desa Dalangan, Kecamatan Tawangsari. 

Temuan tersebut sudah dikoordinasikan dengan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) untuk segera dilakukan penanganan. Bentuknya yakni pengajuan usulan pembangunan tanggul secara permanen agar lebih kuat. 

“BBWSBS dibeberapa titik sudah melakukan penanganan, tapi dilokasi lainnya belum. Seperti di tanggul jebol di Sungai Situri, Kecamatan Grogol masih butuh pembangunan tanggul permanen,” lanjutnya. 

Kepala Desa Grogol, Kecamatan Weru, Heri Putut mengatakan, penanganan tanggul jebol Sungai Situri sudah dilakukan meski sifatnya hanya sementara atau darurat. Penanganan dilakukan bersama petugas terkait dengan menutup tanggul jebol menggunakan karung berisi pasir. 

“Kerja bakti bersama sudah dilakukan dengan melibatkan TNI, Polri, pemerintah desa dan warga masyarakat Desa Grogol, Kecamatan Weru menutup tanggul jebol Sungai Situri dengan menggunakan karung pasir. Tapi kami berharap BBWSBS segera membangun tanggul permanen,” ujarnya. 

Heri Putut mengatakan, disepanjang tanggul Sungai Situri masih ditemukan sejumlah rekahan dan longsor. Kondisi tersebut membuat resah warga masyarakat dan pemerintah desa. Sebab dikhawatirkan bisa terjadi tanggul jebol kembali dikemudian hari. 

“Selama tanggul masih berupa tanah maka sangat rawan jebol dan menyebabkan banjir,” lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI