Pardi Raih Hadiah Utama Gebyar P36 Bekisar

Editor: KRjogja/Gus

KLATEN, KRJOGJA.com – Potensi peningkatan produksi jagung di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta masih cukup terbuka luas. Hal ini menjadi peluang besar bagi para petani untuk meningkatkan kesejahteraanya.

Hal itu dikemukakan Sigit Cahyono, District Sales Manager PT Dupont Indonesia wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta, didampingi Eko Murdianto, Territory Lead PT Dupont Indonesia wilayah Solo Raya dan Yogyakarta dalam pengumuman pemenang Gebyar P36 Bekisar tahap pertama di Pokak, Ceper, Klaten, Selasa (30/7).

Pada tahap pertama telah diundi sebanyak empat unit sepedamotor sebagai hadiah utama, dan sejumlah hadiah hiburan. Salah satu pemenang adalah Pardi Winarno, petani dari Dukuh Pendem, Desa Wonosari, Kecamatan Trucuk, Klaten.

Lebih lanjut Sigit maupun Eko menjelaskan, dari total 10 unit, masih ada sebanyak enam unit sepedamotor yang akan diundi pada tahap kedua, sekitar Bulan September mendatang. “Pada musim tanam 2019 ini kami sediakan hadiah 10 unit sepedamotor. Tahap pertama sudah diundi empat unit di Sragen, dan tahap kedua nanti akan diundi di Klaten,” kata Eko.

Menurut Eko Murdianto, areal jagung Jateng – DIY sangat potensial, dan bisa menopang ketahanan pangan nasional. Untuk itu perlu terus dilakukan peningkatan kualitas benih-benih jagung terbaik. Diantaranya adalah jenis P36 Bekisar yang memiliki berbagai keunggulan. Yakni memiliki potensi hasil 13 ton pipil kering per hektar dengan kebutuhan benih 15 kg. Selain itu,usia tanam lebih pendek, hanya 93 hari, serta tahan terhadap hama bulai, yang selama ini menjadi momok bagi petani jagung.

“Saat ini kami mengedukasi petani untuk memilih benih jagung berkualitas dan memiliki produktivitas, sehingga kesejahteraan petani nanti meningkat,” kata Eko Murdianto.

Ashari, petani jagung dari Jogonalan, Klaten, dalam kesempatan tersebut mengemukakan, dari lahan jagung seluas 2.300 meter persegi bisa menghasilkan 2,1 ton jagung kering pipil, yang laku dijual Rp 4.000/kg. Ia mengaku lebih untung, karena usia tanam jagung P36 Bekisar hanya tiga bulan, dan kebutuhan air sedikit.

Kunci kesuksesan bertani jagung adalah pada pemilihan benih. Seperti apapun pemeliharan jika tidak tepat dalam memilih benih, akan sangat berpengaruh pada perolehan hasil produksi.

Petugas penyuluh lapangan Dinas Pertanian, wilayah Ceper, Ny Arti menyambut baik dengan adanya inovasi-inovasi peningkatan kualitas benih jagung tersebut. Hal itu dinilai sangat memmbatu meningkatkan kesejahteraan petani. Pihaknya juga berpesan pada petani jagung untuk melakukan pemupukan secara seimbang, yakni penggunaan pupuk kimia dan juga pupuk organik. Hal ini perlu dilakukan, untuk menjaga kesuburan tanah. (Sit)

 

 

BERITA REKOMENDASI