Pasien Covid-19 di Rumah Sakit Sukoharjo Mengikat

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Keterisian bed atau tempat tidur rawat inap di rumah sakit untuk pasien virus Corona naik dari sebelumnya 32 persen menjadi 40 persen. Kenaikan disebabkan karena adanya penambahan kasus positif virus Corona selama puasa Ramadan hingga Lebaran. Kenaikan masih terjadi dampak dari aktivitas mudik Lebaran.

“Ada kenaikan keterisian bed pasien kasus virus Corona di rumah sakit dari sebelumnya hanya 32 persen sekarang kami temukan ada 40 persen. Itu kami temukan di rumah sakit rujukan. Kami terus memantau dan melakukan penanganan agar angka tersebut turun. Kalau turun artinya kasus virus Corona juga ikut menurun,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo Yunia Wahdiyati, Sabtu (29/05/2021)

Kenaikan keterisian bed kasus positif virus Corona dikatakan Yunia tidak terlalu mempengaruhi pelayanan pasien umum di rumah sakit. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo menemukan pelayanan terhadap pasien umum masih normal diberikan pihak rumah sakit.

“Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo pernah mencatat keterisian bed kasus virus Corona di rumah sakit hingga 70 persen saat awal pandemi. Tapi angka itu terus turun. Percepatan penanganan dari petugas dan kesadaran masyarakat mematuhi protokol kesehatan sangat penting dilakukan sekarang,” lanjutnya.

Yunia mengatakan, kondisi di rumah sakit sekarang tidak terlalu ada kendala besar dalam penanganan kasus virus Corona. Sebab bed telah tersedia dan para tenaga kesehatan sudah mendapat vaksinasi virus Corona. Hal serupa juga dilakukan terhadap fasilitas kesehatan paling bawah di puskesmas.

Yunia yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo menambahkan, Tingginya kasus positif virus corona membuat DKK Sukoharjo bergerak cepat dengan melibatkan rumah sakit dalam melakukan penanganan pasien. Penanganan dilakukan baik dalam bentuk rawat inap maupun isolasi mandiri.

Lonjakan kasus positif virus corona juga ditindaklanjuti DKK Sukoharjo dengan melakukan penambahan tempat tidur di rumah sakit. Bahkan kebijakan khusus dilakukan dengan melakukan rawat inap saja bagi kasus positif virus corona disertai gejala atau penyakit bawaan. Sedangkan kasus positif virus corona tanpa gejala akan dilakukan penanganan isolasi mandiri di rumah atau tempat yang telah disediakan pemerintah.

Data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo per 28 Mei 2021 diketahui akumulasi kasus positif virus Corona sebanyak 6.139 kasus. Rinciannya, 89 kasus isolasi mandiri, 153 kasus rawat inap, 1 kasus isolasi terpusat, 5.456 kasus, 440 kasus meninggal dunia. Dari data tersebut diketahui ada 243 kasus positif virus Corona dengan status rawat inap, isolasi mandiri dan isolasi terpusat.

Kontak erat diketahui terakumulasi 13.858 kasus dengan rincian, 43 kasus baru dan 13.815 kasus lama. Dari data tersebut diketahui ada 1.564 kasus isolasi mandiri dan 12.294 kasus selesai pemantauan.

Sedangkan akumulasi suspek ada 985 kasus dengan rincian, 15 kasus isolasi mandiri, 165 kasus rawat inap, 778 kasus selesai pemantauan, 27 kasus meninggal dunia dan 746 kasus swab negatif. “Kasus isolasi mandiri masih sangat banyak seperti kontak erat tercatat ada 1.564 kasus dan terus kami pantau,” lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI