Pasokan Melimpah, Harga Cabai Terus Turun

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Harga kebutuhan pokok pangan usai Lebaran terus mengalami penurunan setelah permintaan masyarakat menurun dan stok di pedagang melimpah. Penurunan paling menonjol terjadi pada daging ayam dan cabai. Sebelumnya menjelang dan saat Lebaran harga daging ayam dan cabai sempat melonjak tinggi.

Lurah Pasar Ir Soekarno Sukoharjo Widadi Nugroho, Rabu (02/06/2021) mengatakan, harga daging ayam sebelumnya melonjak hingga Rp 40.000 per kilogram saat Lebaran, namun setelahnya berangsur turun hingga sekarang. Penurunan terus terjadi hampir setiap pekan karena banyaknya pasokan daging ayam dari peternak ke pedagang.

Daging ayam pada Selasa (01/06/2021) Rp 34.000 per kilogram turun menjadi Rp 33.000 per kilogram pada Rabu (02/06/2021). Penurunan harga kemungkinan akan terus terjadi dalam beberapa hari kedepan mengingat stok di pedagang melimpah dan permintaan masyarakat menurun.

Penurunan harga kebutuhan pokok pangan paling menonjol lainnya terjadi pada cabai. Sebab sebelum Lebaran harga cabai pernah menyentuh Rp 100.000 per kilogram, sedangkan saat puasa Ramadan hingga Lebaran naik sekitar Rp 50.000 – Rp 60.000 per kilogram. Sekarang harga cabai turun drastis setelah stok pedagang melimpah.

Harga cabai merah besar Rp 20.000 per kilogram, cabai merah keriting Rp 20.000 per kilogram, cabai rawit merah Rp 35.000 per kilogram, cabai rawit hijau Rp 20.000 per kilogram. Harga tersebut dikatakan Widadi masih bisa turun karena stok cabai di pedagang melimpah setelah mendapat pasokan dari petani berlebih.

“Secara umum kondisi harga kebutuhan pokok pangan stabil cenderung menurun seperti harga daging ayam dan cabai. Tidak ada kenaikan harga yang menonjol usai Lebaran,” ujarnya.

Harga kebutuhan pokok pangan di Pasar Ir Soekarno Sukoharjo seperti telur ayam Rp 24.000 per kilogram, gula pasir Rp 12.000 per kilogram, beras Rp 9.000-Rp 11.000 per kilogram, bawang merah Rp 25.000 per kilogram, bawang putih honan Rp 23.000 per kilogram, bawang putih kating Rp 24.000 per kilogram. Stok barang melimpah dan menurunnya permintaan masyarakat dikatakan Widadi berpengaruh pada harga pasar.

Pengelola Pasar Ir Soekarno Sukoharjo akan terus melakukan pemantauan stok dan harga kebutuhan pokok pangan. Sampai saat ini belum ditemukan kendala besar seperti tersendatnya pasokan hingga mengakibatkan kenaikan harga diluar kendali.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo Iwan Setiyono mengatakan, kondisi stok dan harga kebutuhan pokok pangan normal. Tidak ditemukan gejolak menyebabkan kelangkaan barang dan kenaikan harga diluar kendali. Stok masih melimpah dan harga stabil beberapa hari usai Lebaran. (Mam)

BERITA REKOMENDASI