Pasokan Melimpah, Harga Sayur Anjlog

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Sejak sepekan lalu harga beberapa komoditas sayuran di wilayah Boyolali, khususnya di wilayah Boyolali bagian selatan, jatuh dan membuat petani membiarkan tanamannya menua di ladang karena harga jualnya tak menutup biaya panen. 

Bhawono (40), petani asal Desa Tempursari, Kecamatan Sambi, Selasa (24/8) mengatakan, penurunan harga sayur seperti sawi, bayam, kangkung dan berbagai sayuran hijau lainnya sudah terjadi sejak tiga pekan lalu. Namun penurunan harga yang paling mencolok terjadi dalam sepekan terakhir.  "Harga sayuran rata-rata dihargai Rp150 per ikat. Harganya saat ini benar-benar sangat rendah," keluhnya. 

Kondisi tersebut membuatnya tak memanen dan menjual sayurannya. Sebab harga jual tak menutup biaya panen dan produksi. Ia pun membiarkan tanaman sayurannya begitu saja. Beberapa petak tanaman sawi miliknya dibiarkan mati menua.  "Biasanya sebelum tua, banyak pembeli yang antri mengambil sayuran. Tapi sekarang jarang, mungkin karena pasokannya banyak membuat pembeli tak perlu mencari sayur hingga ke sini,"

Hancurnya harga sayur, imbuhnya, disebabkan pasokan di pasaran yang melimpah. Menurutnya, kondisi kemarau membuat petani tak punya banyak pilihan. Di berbagai wilayah yang menjadi sentra penghasil beras seperti di Kecamatan Ngemplak, sebutnya, sebagian petani beralih ke tanaman sayur yang kebutuhan airnya lebih sedikit.  "Mekanisme pasar memang begitu. Kalau pasokan banyak, harganya turun. Kalau kondisinya seperti itu ya saya dan petani sayur lain cuma bisa pasrah," tandasnya. (Gal) 

BERITA REKOMENDASI