Pedagang Stasiun Kereta Klaten Tolak Pengosongan Kios

KLATEN, KRJOGJA.com – Sejumlah warga yang tergabung dalam Paguyuban Perkiosan Stasiun Klaten (Pakisstalen) mendatangi Komisi I DPRD Kabupaten Klaten, Jumat (16/10/2020). Kedatangan mereka untuk menyampaikan uneg-uneg perihal kondisi usaha yang terancam tergusur oleh kebijakan PT. Kereta Api Indonesia (KAI).

Kedatangan Pakisstalen diterima Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Klaten Eko Prasetyo dan anggota Komisi I Hapsoro. Pada audiensi tersebut Sekretaris Pakisstalen, Bambang Mulyanto, menyampaikan, pedagang yang menempati perkiosan di lahan milik PT. KAI gelisah setelah mendapat surat dari PT. KAI. Sebab kawasan tersebut akan dibangun untuk pelayanan kereta rel listrik (KRL) sehingga berdampak ke penghuni kios.

“Kami mendapat surat dari PT. KAI pada 13 Oktober 2020. Inti dari surat itu adalah permintaan pengosongan kios secepatnya dengan batas waktu sampai 31 Oktober 2020. Ini kan keputusan sepihak tanpa ada sosialisasi tiba-tiba kami disuruh pergi. Padahal kami sudah perpanjangan kontrak sampai 2021,” ujarnya.

Bambang menjelaskan, ada sekitar 26 kios di sisi timur Stasiun Klaten yang akan terkena dampak penggusuran oleh PT. KAI. Sebenarnya Pakisstalen tak keberatan diminta pindah asal ada sosialisasi jauh hari sebelumnya. Sehingga pedagang bisa mempersiapkan diri.

“Kami menempati kios ini sudah puluhan tahun. Tuntutan kami tolong PT. KAI membatalkan keputusannya, jangan memberikan waktu pengosongan mendesak seperti ini. Sebab kami harus mencari tempat baru dan persiapan lain,” jelasnya.

BERITA REKOMENDASI