Pedagang Tiga Pasar Resmi Tempati Bangunan Baru

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Pedangang Pasar Ngaliyan, Tawangsari, Pasar Carikan, Sukoharjo Kota dan Pasar Sraten, Gatak dipastikan sudah menempati kios dan los baru setelah semua proses pembangunan selesai.

Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo akan memantau kondisi aktifitas pedagang dan berharap pasar ramai pembeli. Petugas berharap bangunan baru yang ditempati menambah kenyamanan berdagang.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo Sutarmo, Rabu (25/12) mengatakan, pedagang sudah menempati pasar yang baru saja selesai dibangun. Penempatan sesuai dengan tempat yang sebelumnya sudah dimiliki masing masing pedagang. Artinya pedagang pemiliki kios akan menempati kios serupa. Seperti halnya pedagang yang menempati los.

Penempatan pedagang di pasar sudah sesuai dengan rencana Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo pada akhir Desember. Sebab pedagang sudah cukup lama menunggu setelah pindah tempat ke pasar darurat selama proses pembangunan.

"Pedangang Pasar Ngaliyan, Tawangsari, Pasar Carikan, Sukoharjo Kota dan Pasar Sraten, Gatak sudah menempati pasar setelah selesai dibangun. Kami terus memantau aktifitas pedagang setelah menggunakan bangunan baru," ujarnya.

Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo memantau tidak ada temuan masalah dalam proses pemindahan dari pasar darurat ke tempat utama di dalam bangunan pasar induk. Pedagang selain sudah mendapatkan tempat juga telah menggunakannya.

Petugas tidak ingin ada tempat kosong baik kios dan los karena ditinggal pedagang. Sebab pasar sengaja dibangun dengan harapan dapat digunakan pedagang. Bangunan baru diharapkan lebih menambah kenyamanan baik kepada pedagang dan pembeli.

"Pedagang sudah menempati semua baik kios dan los. Kalaupun ada yang masih tutup itu karena pedagang bersangkutan sedang ada acara karena sekarang sedang musim hajatan," lanjutnya.

Digunakannya semua bangunan baik kios dan los juga membuat petugas lega. Sebab keberadaanya akan memberikan kontribusi bagi daerah melalui tarikan retribusi. Apabila kosong maka secara otomatis juga akan mengurangi pendapatan daerah.

Sementara itu, Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo mengajukan anggaran untuk pembangunan dua pasar tradisional  melalui APBD 2020 direncanakan untuk Pasar Mulur, Bendosari dan Pasar Cuplik, Sukoharjo Kota. Pembangunan baru akan dilaksanakan tahun depan mengingat selama 2019 gagal terlaksana akibat keterbatasan dana.

Pada tahun ini Pemkab Sukoharjo sudah menyelesaikan pembangunan tiga pasar tradisional masing masing Pasar Ngaliyan, Tawangsari, Pasar Carikan, Sukoharjo Kota dan Pasar Sraten, Gatak.

Pengajuan anggaran sudah dilakukan melalui APBD 2020. Anggaran diharapkan bisa diberikan untuk merealisasikan pembangunan terhadap satu atau dua pasar tradisional. Pembangunan rencananya akan dilaksanakan terhadap Pasar Mulur, Bendosari dan Pasar Cuplik, Sukoharjo Kota. Kedua pasar tradisional tersebut batal dibangun pada tahun 2019 ini karena keterbatasan anggaran.

Pada tahun 2020 Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo serius membangun dua pasar tradisional yang sebelumnya gagal terealisasi di tahun 2019. Keduanya yakni, Pasar Mulur, Bendosari dan Pasar Cuplik, Sukoharjo Kota.

"Rencananya seperti itu. Tapi kami akan melihat perkembangan baik ketersediaan dana dan hal teknis lain seperti kondisi pasar mengingat kegagalan kemarin ada kendala teknis," lanjutnya.

Kendala dihadapi dalam rencana pembangunan Pasar Mulur, Bendosari karena status tanah. Sebab tanah tersebut ada dua kepemilikan yakni milik Pemkab Sukoharjo dan Pemerintah Desa Mulur, Kecamatan Bendosari. Hal tersebut tidak diperbolehkan apabila akan dibangun maka status tanah sepenuhnya harus milik Pemkab Sukoharjo. Sedangkan kendala kegagalan pembangunan Pasar Cuplik, Sukoharjo Kota pada 2019 lebih disebabkan tidak adanya anggaran.(Mam)
 

BERITA REKOMENDASI