Pegawai PN Boyolali Dites Urin Oleh BNN

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah gelar pemeriksaan urin kepada seluruh petugas di Pengadilan Negeri (PN) Boyolali, Senin (11/9/2017), untuk antisipasi penyalahgunaan narkoba di lingkungan PN Boyolali. Dari 49 petugas yang diperiksa, baik hakim maupun seluruh jajarannya, hasilnya negatif.

‎Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Provinsi Jateng, Yustina Martin Catur Wijayanti ‎menjelaskan, tes narkoba melalui pemeriksaan urin ini dilakukan atas permohonan PN Boyolali, menyusul adanya instruksi dari Mahkamah Agung (MA), dimana seluruh lingkup pengadilan se-Indonesia harus melakukan tes narkoba. Sampai saat ini, selain di PN Boyolali, pihaknya juga sudah menggelar tes narkoba di dua institusi lain, yakni di PN Surakarta dan Pengadilan Tinggi Provinsi Jateng.

"Dari seluruh pemeriksaan sampai sejauh ini, hasilnya negatif. Tak ada yang terindikasi menyalahgunakan narkoba," terangnya.

Untuk tes narkoba kali ini, pihaknya melakukan pemeriksaan kepada 49 pegawai dari 52 pegawai yang bertugas di PN Boyolali yang seluruh hasil tesnya negatif. "Ada tiga yang tak diperiksa, satu karena sedang cuti haji, satu sakit dan sedang cuci darah, dan satunya lagi karena ijin tidak masuk kerja," tambahnya.

Terkait tes narkoba, dijelaskannya jika kandungan narkoba atau residu bisa bertahan dalam darah atau urin hingga seminggu setelah pemakaian. N‎amun bila daya tahan tubuhnya bagus, kandungan atau residu narkoba bisa terurai dalam sehari saja. "Dulu dalam pemeriksaan ada temuan kandungan semisal morfin, namun biasanya itu karena yang bersangkutan baru saja menjalani operasi. Bila ada temuan karena yang diperiksa mengkonsumsi obat medis, harus ada keterangan dan riwayat medisnya," terangnya.

Pejabat Humas PN Boyolali, Agung Wicaksono menambahkan, tes narkoba dilakukan sesuai instruksi MA, dimana seluruh pengadilan harus melaksanakan tes narkoba selambat-lambatnya akhir tahun ini, untuk memastikan seluruh pegawai di lingkungan pengadilan bebas narkoba. "Setelah ada instruksi, ‎kita langsung mengajukan permohonan ke BNN agar secepatnya melakukan tes narkoba,"

Sementara itu Wakil Ketua PN Boyolali, Tuty Budhi Utami ‎menegaskan, pelaksanaan tes narkoba ini untuk membuktikan bahwa pegawai di lingkungan PN Boyolali bersih dari penyalahgunaan narkoba. Di sisi lain, ia mengungkap kasus penyalahgunaan narkoba oleh masyarakat di Boyolali saat ini cukup banyak. Sepanjang tahun ini, dari sekitar 150 perkara yang disidangkan di PN Boyolali, sepertiganya adalah kasus penyalahgunaan narkoba. ‎(Gal)

BERITA REKOMENDASI