Pelaku Curat Menikah di Kantor Polisi, Gagal Nikmati Malam Pertama

Editor: Ivan Aditya

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Seorang tahanan kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat) di salah satu pabrik tekstil wilayah Desa Butuh Kecamatan Mojosongo Kabupaten Boyolali Jawa Tengah terpaksa menjalani akad nikah di Ruang Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Boyolali, Kamis (19/11/2020). Doni Efriyandi (20) yang sudah mendekam di sel tahanan polres setempat dua pekan lebih itu menikahi pujaan harinya berinisial AN (20) warga Cepogo Boyolali.

Tangis haru sempat mewarnai jalannya prosesi akad nikah Doni yang sebelumnya ditangkap Tim Sapu Jagad Satreskrim Polres Boyolali bersama 9 temannya karena melakukan curat berupa pakaian kwalitas ekspor di salah satu pabrik tekstil. Prosesi akad nikah tersebut berlangsung khidmat, setelah sebelumnya melakukan pemeriksaan berkas dan persyaratan nikah.

“Pelaksanaan ijab qabul bertempat di ruang penyidik Satreskrim menghadirkan penghulu dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Cepogo.” ujar Kepala Unit (Kanit) I Tindak Pidana Umum (Tipidum), Iptu Wikan Sri Kadiyono mewakili Kapolres Boyolali, AKBP Rachmad Nur Hidayat, Jumat (20/11/2020).

Wikan mengatakan, pihak Polres Boyolali sengaja memfasilitasi akad nikah tersebut. Hal ini dilakukan karena pernikahan tersebut direncanakan jauh-jauh hari, namun menjelang hari H mempelai pria tersandung kasus pidana.

“Kami memberikan fasilitas ruang penyidik untuk dilakukan proses akad nikah. Kalau dilakukan di luar belum bisa karena yang bersangkutan masih dalam proses hukum,” kata Wikan.

Menurut Wikan, kepolisian hanya mengizinkan tersangka untuk menjalani ijab qabul saja. Selanjutnya tersangka harus kembali ke sel guna menjalani proses hukum bersama tersangka lainnya. “Sehabis ijab qabul, pengantin wanita dan keluarganya langsung kembali kerumahnya.”

Diketahui, Doni Efriyandi ditangkap Tim Sapu Jagad bersama 9 temannya telah mencuri 1.000 pcs pakaian seperti jaket, celana pendek dengan merk terkenal. Pencurian dilakukan pada Minggu (11/10/2020) lalu sekitar pukul 20.00 WIB, sedangkan penangkapan pencurian dilakukan di tujuh titik yang berbeda.

Ketujuh pelaku mempunyai peran masing masing. Doni dijerat dengan pasal 363 ayat 1 ke 3e,4e dan 5e tentang pencurian dengan pemberatan sedangkan tiga temannya dikenakan pasal pertolongan jahat sebagaimana dimaksud dalam pasal 480 ayat 1e dan 2e KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. (*-1/Sit)

BERITA REKOMENDASI