Pelanggaran Marak, Dishub Sukoharjo Bakal Tambah Papan Informasi Tarif Parkir

SUKOHARJO, KRjogja.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Sukoharjo berencana memperbanyak pemasangan papan informasi tarif parkir kendaraan disejumlah lokasi. Langkah tersebut diambil karena masih banyak temuan praktek pelanggaran tarif parkir kendaraan.

Kasi Terminal Bidang Lalu Lintas Dishub Sukoharjo Marjono, Senin (5/8/2019) mengatakan, Dishub Sukoharjo tidak membantah masih banyak temuan praktek pelanggaran pengenaan tarif parkir oleh juru parkir (jukir) disejumlah wilayah. Petugas sudah sering melakukan penindakan termasuk sosialisasi untuk menekan kasus tersebut. Namun ternyata masih saja ada temuan sehingga membuat petugas gerah.

Dishub Sukoharjo dalam masalah ini sudah memasang sebanyak 30 papan informasi tarif parkir di 30 lokasi. Pemasangan tersebar disejumlah wilayah dan tidak hanya tersentral pada satu kecamatan saja. Dengan pemasangan tersebut petugas berharap para jukir bisa mengetahui dan melaksanakan aturan.

Disisi lain masyarakat juga bisa mengetahui besaran tarif kendaraan yang harus dibayar pada jukir. Informasi itu penting mengingat masing masing tarif parkir kendaraan berbeda. Seperti sepeda motor dengan mobil maka tarif parkir yang dikenakan berbeda.

“Pelanggaran tarif parkir memang masih ada, karena itu Dishub Sukoharjo melakukan sejumlah cara menekan angka kasus salah satunya dengan memasang papan informasi tarif pakir disejumlah wilayah,” ujarnya.

Beberapa wilayah yang sudah dipasangi papan informasi tarif parkir seperti di Jalan Jenderal Sudirman, Sukoharjo Kota. Selain itu di Jalan Ir Soekarno, Solo Baru, Grogol. Wilayah tersebut dipilih karena padat kendaraan dan rawan terjadi pelanggaran.

“Dishub Sukoharjo juga telah melakukan pembinaan bahkan penindakan terhadap jukir yang melanggar aturan. Mereka setelah ini tidak boleh melakukan pelanggaran lagi,” lanjutnya.

Salah satu bentuk pelanggaran nyata yang dilakukan jukir dengan memungut tarif diluar ketentuan sangat tidak diperbolehkan. Dishub Sukoharjo sebelumnya telah memberikan karcis resmi pada para jukir untuk digunakan saat bekerja.

Karcis diluar yang dikeluarkan Dishub Sukoharjo maka tidak boleh digunakan para jukir. Sebab hal itu sangat rawan menimbulkan masalah pelanggaran.

“Terpenting juga para jukir wajib mengembalikan uang kembalian apabila masyarakat membayar lebih,” lanjutnya.

Pengenaan tarif parkir kendaraan di Sukoharjo mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 12 Tahun 2017 tentang perubahan atas Perda Nomor 13 Tahun 2011 tentang Retribusi Daerah. Besaran tarif untuk sepeda angin Rp 500, kendaraan bermotor roda dua dan tiga atau kendaraan untuk difabel Rp 1.000 dan kendaraan bermotor angkut orang atau barang Rp 1.500.

“Seperti parkir sepeda motor tarifnya hanya Rp 1.000 namun saat masyarakat membayar menggunakan uang Rp 2.000 masih ada jukir tidak memberikan uang kembalian,” lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI