Pelantikan Anggota DPRD Boyolali Tunggu Hasil Sidang MK

Editor: KRjogja/Gus

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Penetapan perolehan kursi dan pelantikan calon terpilih DPRD Boyolali periode 2019-2014 hasil Pemilu 2019 belum dilakukan, menunggu hasil sengketa di Mahkamah Konstitusi (MK).

Ketua KPU Boyolali, Ali Fahrudin menjelaskan, penetapan dan pelantikan belum dilakukan, sebab ada dua sengketa di MK yang berkaitan dengan proses Pemilu di Boyolali, yakni gugatan dari PAN di Dapil V untuk kursi DPR RI dan gugatan dari PPP di Dapil VIII untuk kursi DPRD provinsi.

Meski secara substansi tak ada gugatan atau perkara untuk hasil Pemilu DPRD Kabupaten Boyolali, namun lokus atau lokasi materi gugatan salah satunya ada di Boyolali. Sehingga tahapan penetapan dan pelantikan mesti menunggu hasil gugatan oleh MK yang putusan akhirnya akan dibacakan pada Selasa (6/8).

“Setelah pembacaan putusan di MK, kita menunggu surat dari KPU RI untuk jadwal penetapan dan pelantikan,” katanya, Senin (5/8)

Sembari menunggu pembacaaan putusan akhir di MK, pihaknya sudah memulai berbagai persiapan tahap penetapan, diantaranya aspek administrasi serta berkoordinasi dengan DPRD dan Kepala Daerah. Sehingga saat penetapan dilakukan, proses pengajuan pelantikan ke Gubernur melqalui Bupati bisa secepatnya dilakukan. Persiapan pelantikan tersebut untuk mengejar Akhir Masa Jabatan (AMJ) anggota DPRD Boyolali periode 2014-2019 yang akan habis pada 19 Agustus.

“Kita optimis pelantikan sudah dilakukan sebelum masa AMJ habis,” sambung Ali.   

Diketahui dari rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara oleh KPU Boyolali pada tahapan Pemilu beberapa waktu lalu untuk suara DPRD Tingkat II, dari 45 kursi legislatif di DPRD Boyolali, PDIP mendominasi dengan perolehan 35 kursi. Sementara 10 kursi sisanya diperoleh Golkar 4 kursi, PKS 3 kursi, PKB 2 kursi, dan Gerindra 1 kursi. Persentase perolehan PDIP kursi di DPRD Boyolali ini merupakan perolehan tertinggi se-Indonresia untuk DPRD Tingkat II. (Gal)

 

BERITA REKOMENDASI