Pelatihan Kerja Tekan Jumlah Pengangguran Usia Produktif

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Upaya terus dilakukan demi menekan angka pengangguran khususnya pada usia produktif dengan memberikan bantuan dan pelatihan sampai ketingkat desa dan kelurahan. Petugas Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sukoharjo rela jemput bola mendatangi masyarakat. Hasil dari usaha tersebut nantinya mereka bisa bekerja baik secara mandiri menjadi wirausaha maupun pekerja pabrik.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Sukoharjo Bahtiyar Zunan mengatakan, masih cukup banyak usia produktif yang belum bekerja. Hal itu bisa dilihat pada saat lulusan sekolah dan perguruan tinggi.

Rentang usia mereka mulai 20 tahun atau setelah lulus sekolah janjang SMA/SMK sampai 40 tahun. Mereka belum bekerja karena banyak alasan seperti memang belum diterima bekerja meski sudah mengajukan lamaran kerja ke tempat yang dituju.

Alasan lainnya karena memang belum ada kecocokan antara pencari kerja dengan posisi lowongan yang disediakan perusahaan. Akibatnya banya pencari kerja dari usia produktif belum memiliki pekerjaan. Kondisi tersebut berdampak pada banyaknya angka pengangguran.

Untuk menguranginya maka Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Sukoharjo mengambil inisiatif untuk jemput bola. Petugas disebar disejumlah wilayah untuk memberikan pelatihan pada masyarakat. Berbagai materi kepelatihan diberikan dengan maksud agar bisa dipahami dan dikuasai ilmunya.

Bantuan juga diberikan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Sukoharjo dengan memberikan bantuan peralatan. Bantuan diberikan untuk mempermudah akses masyarakat dalam bekerja. Peralatan yang diberikan seperti sablon, menjahit dan lainnya. "Masyarakat yang sudah mendapatkan pelatihan dan bantuan diharapkan bisa bekerja dan mengurangi angka pengangguran," ujar Zunan.

Dengan bekerjanya mereka maka secara otomatis membuat para pekerja usia produktif tidak lagi menganggur. Mereka bisa bekerja dan membuka lapangan kerja sendiri. "Selain orang itu bisa bekerja sendiri juga membuka lapangan kerja bagi orang lain, seperti usaha sablon maka butuh pekerja lain untuk membantu," lanjutnya.

Upaya lain dilakukan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Sukoharjo untuk menekan pengangguran pada usia produktif. Seperti membuka banyak kegiatan bursa lowongan kerja disejumlah wilayah. Pada kegiatan tersebut juga melibatkan pelaku usaha, hal itu dimaksudkan agar pelaku usaha menyediakan lapangan kerja.

Pekerja usia produktif khususnya lulusan SMA/SMK dan perguruan tinggi dibantu dalam hal kerjasama dan informasi berkaitan dengan kondisi perusajaan di Sukoharjo. Ada banyak bidang usaha yang dijalankan pelaku usaha di Sukoharjo mulai dari tekstil, farmasi, makanan, minuman, dan lainnya. Masing masing bidang membutuhkan tambahan pekerja dengan kualifikasi pendidikan tertentu.

"Bagi yang ingin bekerja di perusahaan tertentu maka kami bantu penyediaan informasi lowongan kerja. Mereka akan bekerja setelah memenuhi kualifikasi persyaratan yang telah ditentukan perusahaan. Jadi kelompok pekerja ini beda dengan wirausaha tadi yang kami latih dulu sebelum membuka usaha sendiri," lanjutnya.

Penyaluran tenaga kerja juga dipantau oleh Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Sukoharjo. Hal itu dimaksudkan untuk menghindari terjadinya masalah seperti penipuan. (Mam)

BERITA REKOMENDASI