Pemakaman Berujung Isolasi Pelayat di Klaten, Komisi IV: Keluarga Tak Jujur

Editor: KRjogja/Gus

KLATEN, KRJOGJA.com – Anggota Komisi IV DPRD Klaten, Ahmad Mutohar, menyayangkan proses pemakaman jenazah Covid-19 berinisial TK (53) warga Desa Ngerangan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten pada 2 Juni 2020 yang tak sesuai protokol kesehatan. Hal ini membuat banyak pelayat harus menjalani isolasi.

“Kita prihatin kemarin ada kabar yang katanya pasien (jenazah) terindikasi Covid-29. Mestinya ada keterangan dari dokter sejak awal bahwa jenazah ini memang positif covid-19. Sehingga bisa diantisipasi tak ada kerumunan,” ujar Mutohar disela kegiatan reses di Desa Plosowangi, Kecamatan Cawas, Klaten, Kamis (4/6/2020).

Menurut Mutohar, pemakaman jenazah seperti itu perlu adanya kejujuran dari sejumlah pihak baik rumah sakit maupun keluarga almarhum. “Setelah kita amati sepertinya tidak ada keterbukaan dari pihak keluarga almarhum. Mungkin pihak keluarga menyembunyikan informasi itu,” ujarnya.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit ( P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten, Anggit Budiarto, mengatakan, pihaknya terus melakukan pendataan dan pelacakan terhadap warga yang sempat kontak dengan jenazah TK termasuk keluarga almarhum. Setidaknya ada 13 orang akan menjalani pemeriksaan kesehatan.

“Yang memiliki kontak erat sekali ada 4 orang yang selanjutnya akan dilakukan test swab. Kemudian ada 9 orang yang kontak tapi tidak begitu erat yang nanti kita repid test. Total ada 13 orang,” ujarnya.

BERITA REKOMENDASI