Pemalsuan Merek Jamu Pelancar Haid Ditangkap

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Polres Sukoharjo menangkap Ardyanto Dwi Raharjo (46) warga Dukuh Nguter, Desa Nguter, Kecamatan Nguter pelaku pemalsuan merek dan memproduksi jamu tanpa izin. Pelaku sengaja memproduksi jamu pelancar haid dan memalsukan merek Kates Simoelliki milik adiknya sendiri.

Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan, Jumat (13/08/2021) mengatakan, kronologis kejadian bermula saat Polres Sukoharjo mendapat pengaduan dari korban Indri Hastuti Indah Setyowati selaku pemilik UD Kates Simoelliki. Dalam pengaduannya korban mengatakan dihadapan petugas bahwa produknya berupa jamu pelancar haid telah dipalsukan oleh seseorang.

Polres Sukoharjo kemudian menurunkan petugas untuk melakukan penyelidikan. Hasilnya diketahui bahwa yang melakukan dugaan tindak pidana pemalsuan produk jamu adalah Ardyanto Dwi Raharjo.

Polisi kemudian melakukan pemeriksaan dan meminta keterangan Ardyanto Dwi Raharjo. Hasilnya pelaku mengakui perbuatannya tidak memiliki izin memproduksi jamu sesuai laporan pengaduan korban. Pelaku memproduksi jamu di wilayah Dukuh Badran Kedungkeris, Desa Pengkol, Kecamatan Nguter.

Dalam memproduksi jamu pelancar haid tersebut pelaku mempekerjakan tiga orang pekerja. Produk jamu tersebut telah diproduksi pelaku dalam kurun waktu cukup lama.

“Pelaku melakukan tindak pidana memproduksi dan mengedarkan sediaan farmasi dan atau menggunakan merek tanpa hak atau izin. Sediaan farmasi ini berupa jamu memperlancar hair. Pelaku telah melakukan pemalsuan produk dari korban atau pemilik asli hak UD Kates Simoelliki,” ujarnya.

Kapolres menjelaskan, pelaku dan korban merupakan saudara kandung. Produk atau merek jamu pelancar haid Kates Simoelliki awalnya dimiliki oleh Sunarno ayah kandung keduanya. Merek jamu tersebut sempat vakum setelah Sunarno meninggal dunia. Kemudian, dalam kegiatan produksi termasuk izin berusaha jamu yang dimiliki telah diambil alih oleh korban.

UD Kates Simoelliki setelah dipegang oleh korban dalam kembali berjalan dan berproduksi. Prospek usaha jamu juga cukup baik. Dalam perjalanan waktu, pelaku kemudian ikut memproduksi jamu serupa tanpa izin korban selalu pemilik UD Kates Simoelliki. Kondisi tersebut membuat usaha jamu yang dijalani korban merugi dan mengalami penurunan penjualan.

Kasat Reskrim Polres Sukoharjo AKP Tarjono Sapto Nugroho mengatakan, pelaku sudah memproduksi dan memalsukan produk jamu milik korban satu tahun lalu. Akibat kejadian tersebut korban yang merupakan saudara kandungnya mengalami kerugian besar dan melaporkan kasus tersebut ke Polres Sukoharjo.

“Korban mengalami penurunan penjualan dan setelah dilakukan penyelidikan ternyata ada produk serupa dan tanpa izin,” ujarnya.

Polres Sukoharjo dalam kasus ini mengamankan sejumlah barang bukti dari pelaku diantaranya, 15 karung serbuk jamu jadi, 3 buah tong plastik biru isi serbuk jadi, 1 tong plastik biru kosong, 1 buah gayung dari belahan botol, 82 karton jamu pelancar haid merek Kates palsu siap edar, 5 rol plastik bahan kemasan jamu, 444 slop jamu pelancar haid merek Kates, 4 buah kardus karton kemasan jamu pelancar haid, satu buah sekop, satu unit mesin pengemasan dan lainnya. Barang bukti yang diamankan semuanya dilakukan penyitaan oleh petugas.

Pelaku Ardyanto Dwi Raharjo mengakui perbuatannya. Pelaku memproduksi jamu pelancar haid tanpa izin pemilik merek yang merupakan adiknya sendiri. (Mam)

BERITA REKOMENDASI