Pemantauan Tanggul Bengawan Solo Diintensifkan

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Pemantauan terhadap kondisi tanggul diintensifkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo disejumlah lokasi. Hal itu sebagai bentuk antisipasi dini terjadinya longsor. Hasil pengecekan dikoordinasikan dengan petugas terkait lainnya untuk melakukan tindakan pencegahan sekaligus penanganan.

Kepala BPBD Sukoharjo Suprapto Minggu (08/10/2017) mengatakan, pengecekan tanggul sekarang difokuskan disepanjang aliran Sungai Bengawan Solo dan Kali Samin. Tanggul yang dipantau BPBD Sukoharjo menyeluruh agar hasil akhir bisa akurat.  "Masing-masing kondisi tanggul berbeda dan perlu dicek secara langsung. Penyebab longsor biasanya karena tergerus derasnya arus air. Terlebih lagi sekarang sudah turun hujan dan pengecekan diperbanyak dengan turun ke lokasi,” ujar Suprapto.

Dia menjelaskan hasil sementara pemantauan lapangan belum ditemukan talud longsor pada awal musim hujan. Meski begitu petugas tetap memetakan kerawanan tanggul longsor. Hal itu disebabkan karena kondisi tanggul setelah musim hujan tahun sebelumnya. "Saat awal musim hujan seperti ini memang belum terlalu menonjol. Kemungkinan saat pertengahan nanti baru kelihatan sebab debit air tinggi dan arusnya deras sehingga berpengaruh pada tanggul,” lanjutnya.

Dia menjelaskan tanggul di Sukoharjo mayoritas memiliki karakter berupa tanah liat dan belum bangunan pondasi cor. Kondisi tersebut berpengaruh pada kekuatan bangunan.
“Ada enam tanggul yang pada musim hujan lalu longsor sekarang sudah selesai diperbaiki,” lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI