Pembagian Hasil Tambang Merapi Tak Merata Berujung Pelaporan

Editor: Ivan Aditya

KLATEN, KRJOGJA.com – Salah satu pemilik izin penjualan khusus yang beroperasi di Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten dari PT STAR, Wisnu Nugroho, melaporkan rekannya berinisial HKY ke Polres Klaten. Pelaporan itu diduga buntut dari pembagian hasil tambang yang tidak merata.

Informasi yang dihimpun KRJOGJA.com, Rabu (22/07/2020), dalam surat pernyataan kesepakatan, usaha tambang PT STAR itu dimiliki oleh empat orang dengan sistem bagi hasil. Keempat orang itu yakni Wisnu Nugroho warga Solo, AFR warga Sleman, AZS warga Klaten, dan HKY warga Solo.

Wisnu merasa kerjasama yang telah disepakati sejak 27 Februari 2019 tak sesuai harapan. Ia tak bisa menikmati hasil dari usaha tersebut. Selanjutnya ia memilih jalur hukum lantaran merasa dirugikan. Wisnu melaporkan HKY ke Polres Klaten. Sedangkan kegiatan pertambangan PT. STAR telah berhenti sejak 9 Desember 2019.

Wisnu melalui kuasa hukumnya, Jamal, mengatakan, permasalahan yang dialami kliennya sudah berlangsung lama atau hampir satu tahun. Pengaduan pertama dilakukan kliennya pada tahun 2019. Ketika itu penanganan sampai 8 bulan dan belum membuahkan hasil.

“Kita menindaklanjuti dari kegiatan advokat yang lama. Kita pegang baru tiga bulanan. Ini kenapa kok maju mundur. Kita pelajari berkasnya. Kita cek. Sudah jelas kok, barang yang masuk dalam rumusan KUHP, dua alat bukti sesuai dengan KUHP bisa dinaikkan. Siapa bilang gak bisa,” ujarnya.

BERITA REKOMENDASI